Permintaan Buah Ramadan Meningkat meski Harga Melonjak
- 01 Mar 2026 13:35 WIB
- Banten
Video
RRI.CO.ID, Serang - Pedagang buah di Kabupaten Pandeglang mencatatkan perubahan pola konsumsi masyarakat selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Meskipun permintaan terhadap komoditas buah-buahan untuk keperluan berbuka puasa tetap tinggi, daya beli konsumen mengalami penyesuaian akibat kenaikan harga di pasaran. Sejumlah buah favorit seperti jeruk, buah naga, alpukat, dan timun suri mengalami fluktuasi harga cukup signifikan.
Pedagang buah di Pandeglang, Mudi, mengungkapkan omzet penjualannya mengalami penurunan sekitar 30 persen akibat keterbatasan stok dan kenaikan harga. Kelangkaan pasokan dinilainya menyebabkan kenaikan harga jual beberapa jenis buah, terutama jeruk yang merangkak naik dari kisaran 25 ribu rupiah menjadi 35 ribu rupiah per kilogram. Menurutnya kondisi ini membuat pelanggan mengurangi kuantitas pembelian dari yang biasanya mencapai lima kilogram menjadi hanya dua kilogram.
"Turun omzet sekitar 30 persen karena toko barang biasa kita jual sekarang lagi kosong, stoknya berkurang jadi kita jual yang harganya agak tinggi. Sekarang jeruk kita jual 35 ribu yang biasanya awal-awal 25 ribu rupiah," ujar Budi, Minggu 2 Maret 2026.
Mudi menyebut jenis buah yang paling banyak diburu ibu-ibu pada momen ramadan kali ini meliputi buah naga, alpukat, dan nanas yang sering dipakak untuk hidangan buka puasa. Adapun komoditas lain seperti lengkeng, anggur, dan melon juga tetap diminati meskipun harganya tinggi seperti lengkeng yang mencapai 70 ribu per kilogram.
Meski harga naik, Pedagang mencatat antusiasme pembeli tetap tinggi pada fase awal Ramadan. Ia memprediksi keramaian pembeli akan kembali memuncak menjelang akhir puasa seiring dengan masuknya masa panen dari petani yang menanam lebih lambat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....