Menanti Berkah Ramadan di Gang Empang

  • 18 Feb 2026 12:12 WIB
  •  Banten
Video

RRI.CO.ID, Lebak - Rabu pagi, 18 Februari 2026, sehari menjelang Ramadan, suasana pasar Rangkasbitung tampak lebih sibuk dari biasanya. Sejak usai salat Subuh, warga mulai memadati kawasan pasar untuk berbelanja kebutuhan sahur pertama. Di sekitar pasar, kendaraan roda dua berjejer di berbagai sudut jalan. Deru mesin dan suara klakson berpadu dengan tawar-menawar pembeli dan pedagang yang menandai geliat ekonomi menjelang bulan suci.

Di Gang Empang, tepat di sebelah barat pasar, empat juru parkir tampak sigap mengatur kendaraan. Mereka berbagi tugas agar arus keluar-masuk pembeli tetap lancar di gang sempit itu. Di antara mereka, terlihat sosok pria setengah baya yang akrab disapa Amud. Dengan peluit kecil di tangan, ia mengarahkan pengendara untuk memarkir sepeda motor dengan rapi di sepanjang sisi jalan.

Amud adalah warga asli Empang. Sudah belasan tahun ia menekuni pekerjaan sebagai juru parkir di Gang Empang, profesi yang dijalaninya sejak masih bujangan. Di sela kesibukannya, Amud bercerita tentang penghasilan yang ia peroleh. Saat pasar ramai, ia mengaku bisa membawa pulang sekitar Rp80 ribu per hari.

Menurutnya, jika dihitung untuk kebutuhan sehari-hari keluarga dengan dua anak, penghasilan tersebut sebenarnya belum mencukupi. Namun ia memilih untuk tetap bersyukur. Menjelang Ramadan ini, Amud memulai aktivitas lebih pagi dari biasanya. Sejak selepas Subuh, ia sudah bersiap di lokasi parkir untuk mengantisipasi lonjakan pembeli pasar subuh. Pekerjaan itu dilakukan secara bergiliran dengan rekan-rekannya sesama juru parkir. Mereka saling berbagi waktu agar semua mendapat kesempatan yang sama mencari rezeki

Amud mengenang masa sebelum para pedagang kaki lima dipindahkan ke pasar semi. Saat itu, penghasilannya bisa mencapai Rp200 ribu per hari karena ramainya pengunjung. Meski begitu, ia menyimpan harapan besar pada Ramadan tahun ini. Ia berharap bulan suci membawa peningkatan rezeki bagi dirinya dan keluarga kecilnya.

Bagi Amud, Ramadan bukan hanya soal mencari tambahan penghasilan. Seusai bekerja, ia memilih menghabiskan waktu di musala dekat rumahnya sambil menunggu waktu berbuka.

Di tengah hiruk-pikuk pasar dan kerasnya perjuangan mencari nafkah, Amud tetap memelihara keyakinan sederhana: bekerja dengan jujur dan berharap pada keberkahan. Ramadan kali ini, seperti tahun-tahun sebelumnya, menjadi ruang harapan bagi dirinya dan keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....