Harga Pangan di Pasar Badak Pandeglang Meroket

  • 15 Feb 2026 16:49 WIB
  •  Banten
Video

RRI.CO.ID, Pandeglang - Harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok di Pasar Badak, Kabupaten Pandeglang, merangkak naik secara signifikan menjelang perayaan Imlek dan memasuki bulan Ramadan. Lonjakan harga paling tajam terjadi pada komoditas cabai rawit merah yang menembus angka ratusan ribu rupiah per kilogram akibat kelangkaan pasokan di tingkat produsen. Kondisi ini mulai memicu keluhan pedagang karena penurunan omzet penjualan serta perubahan perilaku konsumen yang cenderung mengurangi kuantitas belanjaan mereka.

Seorang pedagang sayuran di Pasar Badak, Aas, mengungkapkan kenaikan harga sudah terjadi selama satu minggu terakhir pada hampir seluruh jenis bumbu dapur. Bawang merah yang semula dijual Rp30.000 per kilogram kini naik menjadi Rp40.000, sementara cabai merah naik dari Rp35.000 ke angka Rp60.000 per kilogram. Kenaikan paling ekstrem dialami cabai oren atau rawit merah yang melonjak dari harga normal Rp60.000 menjadi Rp130.000 per kilogram di tingkat pengecer.

Menurut Aas fenomena meroketnya harga pangan ini berimbas langsung pada omzet yang merosot hingga 50 persen dari kondisi normal. Ia mengatakan kini konsumen lebih memilih membeli dalam satuan kecil seperti satu ons atau seperempat kilogram untuk menyiasati mahalnya harga barang di pasar. Kelangkaan barang dan momentum menjelang hari besar keagamaan disinyalirnya menjadi faktor utama yang membuat komunitas harga di tingkat pasar menjadi sulit terkendali.

Kenaikan harga juga menyasar komoditas daging ayam potong yang kini mencapai kisaran Rp43.000 hingga Rp45.000 per kilogram dari harga normal Rp35.000. Salah seorang pedagang daging ayam, Suherman menyebut kenaikan harga ini sudah berlangsung selama 10 hari hingga dua minggu terakhir. Meskipun pasokan dari distributor masih tergolong aman, ia menilai saat ini daya beli masyarakat menurun karena konsumen merasa keberatan dengan harga yang dianggap terlalu mahal.

"Harga normalnya di kisaran Rp33.000 sampai Rp35.000, sekarang mencapai Rp45.000. Mudah-mudahan kembali ke awal lagi harganya, kasihan pembeli," kata Suherman, Minggu 15 Februari 2026.

Di sektor pangan pokok, harga beras mulai menunjukkan tanda-tanda kenaikan meskipun penjual eceran masih berupaya mempertahankan harga lama di kisaran Rp10.000 hingga Rp12.000 per liter. Pedagang beras, Sandi, menjelaskan bahwa suplai dari gudang mulai melambat akibat faktor cuaca dan persaingan penyerapan gabah oleh pihak luar. Sandi mengatakan kenaikan harga di tingkat penyuplai sudah terjadi sekitar Rp200 per kilogram, yang diperkirakan akan segera berdampak pada harga eceran jika stok lama habis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....