Impian Di Balik Rumah Bocor Pak Arif
- 11 Feb 2026 15:49 WIB
- Banten
Video
RRI.CO.ID, Lebak - Kumuh dan sumpek. Itulah kesan pertama saat menjejakkan kaki di rumah Bapak Muhamad Arif, warga Kampung Muara, Kecamatan Muara Ciujung Barat, Rangkasbitung. Rumah sederhana berukuran 5x9 meter itu berdiri di dataran rendah, tampak renta dimakan usia.
Di dalam rumah seluas 45 meter persegi tersebut, perabotan rumah tangga berserakan tanpa tatanan. Ruang yang sempit harus menampung enam orang penghuni: Pak Arif dan istrinya, dua orang anak, seorang menantu, serta seorang cucu.
Ketika hujan turun, suasana di dalam rumah berubah semakin muram. Hampir di setiap sudut, air menetes dari celah-celah genteng tanah liat yang telah rusak di banyak titik. Ember dan wadah seadanya diletakkan untuk menampung air yang jatuh dari atap bocor.
“Kalau hujan deras, air masuk dari mana-mana. Kami cuma bisa tampung pakai ember,” ujar Pak Arif lirih.
Pria berusia 64 tahun itu kini tak lagi mampu memperbaiki rumahnya. Sejak menjalani operasi mata pada 2005 silam, ia mengalami kebutaan permanen. Kondisi tersebut membuatnya tak lagi bisa bekerja seperti dulu.
“Saya sudah tidak bisa melihat. Mau kerja apa pun sudah tidak mampu,” katanya pelan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....