Revolusi Petani Milenial Pandeglang

  • 30 Jan 2026 17:32 WIB
  •  Banten
Video

RRI.CO.ID, Pandeglang - Di sudut Kampung Curuggaru, Desa Kadugemblong, Kabupaten Pandeglang, seorang pemuda berdiri tegak di atas lahan seribu meter persegi. Bukan sekadar petani biasa, Muhammad Teguh Arrosid, ia merupakan representasi generasi baru yang memegang cangkul sekaligus gawai secara bersamaan. Baginya, bertani adalah soal menjaga napas masa depan agar tetap berdenyut.

Sosok yang dinobatkan sebagai Young Ambassador Agriculture 2023 oleh Kementerian Pertanian ini, membawa angin segar bagi dunia agraris Banten. Di saat banyak anak muda berpaling ke hiruk-pikuk kota, Teguh justru pulang ke tanah kelahiran untuk membuktikan bahwa kedaulatan pangan bisa diraih lewat sentuhan teknologi. Ia mematahkan stigma bahwa sektor pertanian hanya milik generasi tua yang identik dengan lumpur dan kemiskinan.

"No farmer, no food, no life, no future," kata Teguh dengan sorot mata tajam yang memancarkan keyakinan penuh terhadap sektor agraris. Ia meyakini bahwa ketiadaan petani merupakan ancaman nyata bagi ketersediaan pangan serta keberlangsungan peradaban manusia.

Lahan seluas 1.000 meter persegi miliknya menjadi laboratorium hidup bagi penerapan Internet of Things (IoT) dan Smart Farming. Teguh tidak lagi mengandalkan insting semata dalam memberi pupuk, melainkan berdasarkan data laboratorium yang terintegrasi dengan aplikasi ponsel. Ketelitian inilah yang membuatnya mampu melipatgandakan populasi tanaman hingga dua kali lipat dari standar konvensional.

"ingin masa depan itu tetap ada. Anak muda bukannya tidak ingin bertani, mereka hanya belum mengenal saja. Padahal, di mana ada kehidupan, di situ pertanian dibutuhkan," ucap Teguh, Jumat 30 Januari 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....