Perjuangan Tiga Perempuan di Lapak Kue

  • 27 Jan 2026 15:31 WIB
  •  Banten
Video

RRI.CO.ID, Lebak - Jarum jam baru menunjukan pukul enam pagi ketika hiruk pikuk Pasar Rangkasbitung mulai terasa. Pedagang dan pembeli saling bersahutan, menciptakan denyut kehidupan pagi hari. Di salah satu sisi luar pasar, sebuah lapak sederhana kue basah tampak lebih dulu ramai dibanding lapak lainnya.

Lapak itu milik Ibu Siti, perempuan paruh baya yang sejak subuh sudah sibuk menata dagangan. Meja lapaknya tak lebar, namun dipenuhi beragam kue tradisional. Sejumlah ibu-ibu tampak mengelilinginya, mereka adalah para pembuat kue yang menitipkan dagangan untuk dijual di lapak tersebut.

Rutinitas itu telah berlangsung bertahun-tahun. Setiap pagi, lapak kue basah Ibu Siti menjadi tempat bertemunya para perempuan pejuang ekonomi keluarga. Di sinilah mereka saling menyapa, menitipkan kue, sekaligus berbagi cerita hidup.

Dua di antaranya adalah Ibu Yani dan Ibu Hanifah. Keduanya merupakan ibu rumah tangga yang telah lama menggantungkan harapan dari kue-kue basah buatan tangan mereka. Bakpau mini, bolu kukus, dan putu ayu menjadi sumber nafkah yang terus mereka pertahankan.

Bagi Ibu Yani, membuat kue bukan sekadar pekerjaan, melainkan jalan hidup yang harus ditempuh sejak suaminya meninggal dunia 20 tahun lalu. Saat itu, anak bungsunya baru berusia tiga tahun.

Sementara Hanifah, juga harus menjadi tulang punggung keluarga sejak ditinggal suaminya. Dalam sehari, Hanifah memproduksi putu ayu dan bolu kukus dengan masing-masing bahan sekitar tiga kilogram terigu.

Hal yang sama dialami Siti, sebagai pemilik lapak terlihat tak kalah sibuk. Dengan cekatan, ia menyusun martabak telur, onde-onde, lemper, bacang, buras, hingga aneka kue tradisional lainnya. Lapaknya buka sejak pukul enam pagi hingga tiga sore.

Perempuan asli Lampung ini telah lama menjadi tulang punggung keluarga sejak suaminya tidak lagi bekerja. Ia mengaku menjalani profesi sebagai penjual kue basah dengan penuh keikhlasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....