Asal Mula Terjadinya Menstruasi atau Haid pada Wanita
- 23 Jun 2024 22:07 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Asal mula terjadinya menstruasi (haid) pada wanita dimulai saat remaja perempuan mencapai masa pubertas. Proses ini dipicu oleh perubahan hormon dalam tubuh, terutama estrogen dan progesteron, yang memicu perkembangan organ reproduksi dan siklus menstruasi bulanan.
Pembahasan mengenai haid juga sempat dibahas pada tausiah Mutiara Pagi RRI yang disampaikan oleh Ustazah Ai Judiyyah Fahmi beberapa waktu lalu. Menstruasi merupakan proses alami yang menandai kemampuan reproduksi pada wanita.
"Asal mula terjadinya haid bagi wanita merupakan fenomena yang berakar dari cerita Siti Hawa, istri Nabi Adam, dalam tradisi Islam. Ketika Siti Hawa memakan buah khuldi yang dilarang oleh Allah, terjadilah perdarahan yang menjadi awal dari apa yang dikenal sebagai haid," ucap Ustazah.
Sedangkan menurut ilmu fiqih, haid adalah darah yang keluar dari rahim perempuan bukan karena melahirkan, tetapi sebagai siklus bulanan yang dimulai sejak perempuan mencapai usia sekitar 9 tahun dalam kalender komariah atau kurang lebih 15 hari. Siklus ini menjadi tanda kebiasaan bagi seorang perempuan yang sehat, di mana darah haidnya akan keluar dalam rentang waktu tertentu, kira-kira selama 24 jam.
"Jika darah keluar lebih dari 15 hari, bukan lagi termasuk dalam definisi haid tapi itu adalah istihadoh," ucapnya.
Menurutnya hal ini menunjukkan kompleksitas dan pentingnya pemahaman terhadap hukum-hukum fiqih dalam kehidupan sehari-hari bagi wanita Muslim. Seorang wanita yang mengalami haid tidak diperbolehkan untuk salat, berpuasa dan berhubungan biologis dengan pasangannya.
Dengan demikian, pemahaman akan asal mula dan definisi haid tidak hanya menuntut pengetahuan historis, tetapi juga aplikasi praktis dalam menjaga kesucian dan ketaatan terhadap ajaran agama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....