Sektor Pertanian Jadi Peluang Ekonomi Baru bagi Petani
- 07 Okt 2026 07:02 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Sektor pertanian memiliki peran strategis dalam meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi petani. Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya mengatakan, pemerintah daerah memiliki komitmen untuk terus memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang perekonomian masyarakat.
Hal itu disampaikan Hasbi, saat menerima audiensi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) di Ruang Kerja Bupati Lebak, Selasa, 6 Oktober 2026. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Lebak dengan HKTI dalam mendorong kemajuan sektor pertanian daerah.
Sinergi tersebut diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas pertanian sekaligus kesejahteraan para petani di Kabupaten Lebak. Dalam audiensi itu, Bupati bersama jajaran HKTI membahas berbagai persoalan dan potensi yang berkaitan dengan pengembangan sektor pertanian.
Pembahasan dalam audiensi itu mencakup peningkatan produktivitas dan kualitas hasil pertanian, penguatan kelembagaan petani, hingga upaya memperluas akses pasar bagi produk pertanian daerah. "Kita ingin pertanian di Kabupaten Lebak tidak hanya berbicara tentang produksi, tetapi juga bagaimana petani mendapatkan nilai tambah dan kesejahteraan yang lebih baik," ujar Hasbi.
Ia menegaskan, peningkatan produktivitas harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hasil pertanian agar produk yang dihasilkan petani memiliki daya saing lebih tinggi. Akses pasar menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperkuat agar produk pertanian Kabupaten Lebak dapat menjangkau pasar yang lebih luas. "Kita perlu memperkuat produktivitas, kualitas hasil pertanian, akses terhadap pasar, serta kelembagaan petani," katanya.
Hasbi menilai, penguatan kelembagaan petani menjadi bagian penting dalam menciptakan sektor pertanian yang lebih terorganisasi dan mampu menghadapi berbagai tantangan. Kelembagaan yang kuat, kata dia, dapat membantu petani dalam memperoleh informasi, meningkatkan kapasitas, serta membangun kerja sama dalam pengembangan usaha pertanian.
Dalam konteks tersebut, keberadaan HKTI dinilai memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam menyerap aspirasi dan kebutuhan para petani. Sinergi antara pemerintah daerah dan HKTI juga diharapkan dapat menjadi ruang komunikasi untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang terjadi di lapangan.
Bupati mengatakan, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menangani seluruh tantangan yang dihadapi sektor pertanian. Karena itu, diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi petani, untuk mencari solusi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat. "HKTI memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan aspirasi petani," ucapnya.
Hasbi berharap komunikasi dan kolaborasi antara Pemkab Lebak dengan HKTI dapat terus berjalan secara berkelanjutan. Dengan komunikasi yang intensif, berbagai persoalan yang dihadapi petani diharapkan dapat segera diidentifikasi dan dicarikan langkah penyelesaian secara konkret.
Selain penguatan produksi, pemerintah daerah juga mendorong pengembangan komoditas pertanian yang memiliki potensi ekonomi dan daya saing. Pengembangan komoditas unggulan dinilai penting agar hasil produksi petani tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Peningkatan nilai tambah produk pertanian dapat menjadi salah satu langkah untuk mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani. Pemerintah Kabupaten Lebak akan terus mendorong berbagai upaya yang dapat memperkuat ekosistem pertanian, mulai dari produksi, kelembagaan hingga pemasaran.
Melalui sinergi dengan HKTI dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, sektor pertanian diharapkan semakin maju, produktif, berdaya saing, serta mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Kabupaten Lebak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....