Gang Empang Ditutup, Warga dan Pengunjung Pasar Tertahan

  • 09 Sep 2026 19:29 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Gang Empang yang selama ini menjadi jalur alternatif masyarakat menuju Pasar Rangkasbitung, mendadak ramai oleh warga pada Rabu pagi, 9 September 2026. Jalur selebar sekitar tiga meter tersebut biasanya digunakan warga untuk melintas maupun memarkirkan kendaraan ketika hendak berbelanja ke Pasar Rangkasbitung.

Namun, aktivitas warga terganggu setelah akses Gang Empang dari arah pasar ditutup oleh pemerintah. Penutupan itu membuat pengendara sepeda motor yang hendak menuju pasar tertahan di dalam gang.

Sejumlah pengendara mengaku terkejut dengan adanya penutupan tersebut. Mereka mengaku tidak mengetahui sebelumnya akses Gang Empang menuju pasar telah ditutup. Kondisi itu membuat sejumlah pemotor kebingungan mencari jalan keluar.

Sebagian memilih memutar balik, sementara lainnya terpaksa meninggalkan kendaraan mereka di sekitar Gang Empang. Padatnya kendaraan dan aktivitas warga membuat suasana Gang Empang menjadi ramai.

Warga setempat harus berbagi ruang dengan pengendara yang sebelumnya menjadikan gang tersebut sebagai akses menuju pasar. Iksan, salah seorang warga yang biasa menggunakan Gang Empang untuk menuju Pasar Rangkasbitung, mengaku tidak mengetahui adanya penutupan akses tersebut.

"Saya tidak tahu kalau gang menuju Pasar Rangkasbitung ditutup. Saya biasanya lewat sini kalau mau ke pasar," ujar Iksan.

Karena tidak mengetahui adanya perubahan akses, Iksan mengaku terpaksa meninggalkan sepeda motornya di Gang Empang dan melanjutkan aktivitasnya dengan berjalan kaki. "Saya akhirnya terpaksa meninggalkan motor di gang karena tidak bisa masuk ke arah pasar," katanya.

Penutupan akses seharusnya disertai dengan informasi yang jelas kepada masyarakat. Dengan demikian, warga yang biasa menggunakan jalur tersebut dapat mengetahui jalur alternatif yang harus dilalui.

Keluhan serupa juga disampaikan Diah, warga yang tinggal di sekitar Gang Empang. Ia menyoroti minimnya pemberitahuan kepada warga setempat mengenai rencana penutupan akses gang tersebut.

Diah mengaku warga tidak mendapatkan sosialisasi sebelumnya terkait penutupan jalan. Akibatnya, warga baru mengetahui adanya penutupan ketika aktivitas sudah berlangsung. "Kalau memang mau ditutup, seharusnya ada pemberitahuan atau sosialisasi terlebih dahulu kepada warga," ujar Diah.

Informasi kepada masyarakat penting dilakukan karena Gang Empang tidak hanya digunakan warga sekitar, tetapi juga menjadi akses bagi masyarakat yang hendak berbelanja ke Pasar Rangkasbitung. "Jangan sampai warga kaget seperti sekarang. Kami baru tahu ketika jalan sudah ditutup," katanya.

Penutupan Gang Empang menuju Pasar Rangkasbitung dilakukan pemerintah menyusul ditutupnya pintu perlintasan sebidang yang berada di kawasan Pasar Rangkasbitung. Kebijakan tersebut berkaitan dengan upaya penataan akses masyarakat setelah pintu perlintasan sebidang di kawasan pasar tidak lagi digunakan sebagai jalur perlintasan warga.

Penutupan akses itu membuat masyarakat yang sebelumnya terbiasa menggunakan jalur tersebut harus mencari akses lain untuk menuju pasar. Bagi sebagian warga, perubahan akses tersebut dinilai membutuhkan penyesuaian. Terlebih, Gang Empang selama ini sudah menjadi salah satu jalur alternatif yang cukup sering digunakan masyarakat.

Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya melakukan penutupan akses dan penegakan aturan, tetapi juga memberikan informasi yang memadai kepada warga sebelum kebijakan diterapkan. Selain persoalan akses, masyarakat juga meminta pemerintah memperhatikan kondisi Pasar Rangkasbitung.

Mereka menilai fasilitas pasar saat ini terlihat semakin kumuh dan membutuhkan pembenahan. "Kami berharap kalau aturan sudah ditegakkan, fasilitas pasarnya juga diperbaiki. Jangan hanya jalannya yang ditutup, kondisi pasar juga harus diperhatikan," ujar Diah.

Warga berharap penataan kawasan Pasar Rangkasbitung dilakukan secara menyeluruh, termasuk akses keluar-masuk masyarakat, fasilitas pasar, kebersihan, serta kenyamanan bagi pedagang dan pengunjung. Dengan adanya penataan yang disertai sosialisasi dan perbaikan fasilitas, masyarakat berharap kebijakan pemerintah dapat berjalan tanpa menimbulkan kebingungan maupun keresahan bagi warga yang setiap hari beraktivitas di sekitar Pasar Rangkasbitung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....