Dukung Duta Bahasa ke Tingkat Nasional, Gubernur Banten Apresiasi Krida Tutur
- 07 Sep 2026 21:20 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Pemerintah Provinsi Banten memberikan dukungan penuh kepada Duta Terbaik Bahasa Provinsi Banten yang akan berlanjut ke ajang Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional. Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Banten, Andra Soni, saat menerima audiensi jajaran Kantor Bahasa Provinsi Banten dan Duta Bahasa Provinsi Banten di Gedung Negara, Kota Serang, Senin 7 September 2026.
Andra mengapresiasi, inovasi program unggulan yang digagas oleh Duta Bahasa Banten, yaitu Krida Tutur. Program ini dihadirkan sebagai respons atas keresahan anak muda terhadap tingginya kasus kekerasan anak dan bullying, yang umumnya diawali dari perundungan atau kekerasan verbal.
Apresiasi Progam ini, menjadi bentuk komitmen Pemprov Banten yang akan ditindaklanjuti oleh dinas pendidikan dan kebudayaan serta dinas perpustakaan dan kearsipan. "Kita bersilaturahmi sekaligus melaporkan agenda perhelatan Duta Bahasa Tingkat Nasional," ujarnya.
"Tadi mereka juga memaparkan 'Krida Tutur' yang berangkat dari keresahan terkait kekerasan terhadap anak yang cenderung dimulai dari kekerasan verbal. Dukungan ini ditindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan," ulcap Andra.
Kepala Kantor Bahasa Provinsi Banten, Devyanti Asmalasari, menjelaskan kehadiran Duta Bahasa Banten di tingkat nasional mengusung misi edukasi literasi dan bahasa yang santun di kalangan remaja. "Krida Tutur merupakan akronim dari Tumbuhkan Ujaran Tertib, Unggul, dan Ramah " ujarnya.
"Harapan kami ini bisa menjadi edukasi pencegahan kekerasan verbal di kalangan generasi muda, khususnya usia sekolah menengah atas (SMA) 13 hingga 17 tahun. Duta Bahasa hadir sebagai penggerak literasi untuk mengedukasi penggunaan bahasa yang baik dan menghindari ujaran yang merendahkan sebaya," kata Devyanti.
Duta Terbaik Bahasa Provinsi Banten, Christian Farold Purba, mengungkapkan program Krida Tutur dirancang tidak hanya melalui instrumen edukasi fisik, tetapi juga lewat instrumen digital berbasis aplikasi. "Permasalahan yang paling penting kami atasi sekarang adalah perundungan verbal. Aplikasi ini dikembangkan untuk menjaga keberlanjutan program dan memfasilitasi 'Duta Tutur' di sekolah-sekolah," ujar Christian.
Saat ini, implementasi awal Duta Tutur dipusatkan di SMAN 2 Kota Serang sebagai percontohan, sebelum nantinya diterapkan secara meluas di SMA se-Provinsi Banten setelah melalui koordinasi lanjutan dengan Dinas Pendidikan. (Nurul Fadiyah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....