Jadi Protokol Istana, Webriansah Belajar Jaga Wibawa
- 27 Agt 2026 13:57 WIB
- Banten
Poin Utama
- Webriansah dari Kabupaten Serang terpilih sebagai protokol perbantuan pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Negara.
- Selain kemampuan teknis, sikap, komunikasi, dan penampilan menjadi faktor penting dalam menjalankan tugas protokol perbantuan.
- Provinsi Banten diwakili oleh dua peserta, yaitu Webriansah dari Kabupaten Serang dan satu perwakilan dari Kota Tangerang.
RRI.CO.ID, Serang - Menjadi protokol perbantuan pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara bukan hanya membutuhkan kemampuan teknis. Webriansah menyebut sikap, komunikasi dan penampilan menjadi bagian penting yang harus diperhatikan ketika menjalankan tugas.
Webriansah merupakan perwakilan dari Kabupaten Serang yang terpilih menjadi salah satu protokol perbantuan dalam agenda kenegaraan tersebut. Ia bersama satu perwakilan dari Kota Tangerang menjadi dua peserta yang mewakili Provinsi Banten.
Dalam menjalankan tugas, Webriansah harus mengikuti SOP protokol, termasuk ketika berhadapan dengan pejabat, menteri maupun tamu penting lainnya. Menurutnya, protokol harus mampu menjaga wibawa dan tetap bersikap profesional dalam kondisi apa pun.
“Untuk gestur kita ke menteri-menteri, pastinya dengan wibawa kita sebagai protokol. Kita harus santai saja dan harus berwibawa,” ujarnya saat program Sore Ceria RRI Pro 2 Banten, Rabu, 26 Agustus 2026.
Selain sikap, penampilan juga menjadi perhatian. Protokol dituntut tampil rapi karena berhadapan langsung dengan pejabat negara, tamu kenegaraan maupun tamu dari luar negeri.
Webriansah juga merasakan langsung tantangan ketika menjalankan tugas di lapangan. Salah satunya ketika menghadapi tamu yang ingin memasuki area acara namun tidak memiliki undangan.
Dalam situasi tersebut, protokol harus mampu menyampaikan informasi dengan cara yang tepat agar tamu dapat memahami aturan yang berlaku tanpa menimbulkan persoalan.
“Jadi ada beberapa pejabat yang ingin masuk, tapi mereka juga tidak mempunyai undangan. Kita harus memberi tahu beliau dengan nada yang baik dan bisa menjelaskan itu agar beliau paham,” katanya.
Menariknya, pengalaman sebagai protokol memiliki keterkaitan dengan latar belakang pendidikannya. Saat ini ia sedang menempuh pendidikan Teknik Informatika di salah satu universitas di Sleman.
Kemampuan teknologi tersebut justru mendukung tugasnya, terutama dalam penginputan data dan pengelolaan informasi terkait tamu undangan. Ia mengaku kemampuan komputer menjadi salah satu hal yang dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas.
“Untuk kemampuan khusus pasti di komputer, karena di sana juga penginputan data, data-data nama dan segala macam. Jadi kita harus mempunyai basic di komputer,” ucapnya.
Meski mendapat pengalaman di lingkungan kenegaraan, Webriansah memilih kembali fokus pada bidang teknologi. Ia berencana melanjutkan perkuliahan dan memperdalam kemampuan di bidang tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....