UNBAJA dan UNSERA Terapkan Inovasi Komposter Berbasis Masyarakat di Pulau Tunda

  • 19 Agt 2026 13:33 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang – Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Universitas Banten Jaya (UNBAJA) bersama Universitas Serang Raya (UNSERA) melaksanakan program “Penerapan Inovasi Komposter Berbasis Masyarakat untuk Pencegahan Risiko Kesehatan Lingkungan di Pulau Tunda, Kabupaten Serang". Program ini menjadi salah satu upaya perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mengatasi persoalan sampah organik sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan lingkungan di wilayah kepulauan.

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan dengan dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun Anggaran 2026. Kolaborasi tersebut menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mengembangkan inovasi yang aplikatif, sederhana, dan berkelanjutan.

Tim pengabdian menghadirkan inovasi komposter berbasis masyarakat sebagai salah satu teknologi tepat guna untuk membantu masyarakat mengolah sampah organik dari sumbernya. Inovasi komposter diarahkan untuk mengubah paradigma masyarakat dari pola “kumpul–buang” menjadi “pilah–olah–manfaatkan.” Sampah organik rumah tangga dan aktivitas masyarakat yang sebelumnya dianggap sebagai residu dapat diolah melalui proses pengomposan sehingga menghasilkan produk yang lebih bermanfaat bagi lingkungan.

Ketua Tim Pengabdian, Linardita Ferial, menjelaskan program tersebut tidak hanya berorientasi pada pemberian teknologi kepada masyarakat, tetapi juga menekankan proses pemberdayaan. “Inovasi komposter yang kami terapkan bukan hanya mengenai alat, tetapi bagaimana membangun kebiasaan masyarakat untuk memilah dan mengolah sampah sejak dari sumber. Kami berharap masyarakat Pulau Tunda mampu mengoperasikan, merawat, dan mengembangkan teknologi ini secara mandiri sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan setelah program pengabdian selesai,” ujar Linardita Ferial, Rabu 19 Agustus 2026.

Menurutnya, pendekatan berbasis masyarakat sangat penting karena keberhasilan pengelolaan sampah di wilayah kepulauan tidak dapat hanya mengandalkan teknologi. Partisipasi masyarakat, perubahan perilaku, kelembagaan lokal, dan keberlanjutan pengelolaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

Pelaksanaan program dilakukan melalui pendekatan partisipatif dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama. Tim pengabdian memberikan edukasi mengenai jenis dan karakteristik sampah, pemilahan sampah organik dan anorganik, risiko kesehatan lingkungan akibat pengelolaan sampah yang tidak tepat, serta prinsip pengolahan sampah organik menggunakan komposter.

Pendampingan dilakukan agar masyarakat tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi mampu mempraktikkan proses pengomposan secara langsung dan melakukan pemeliharaan komposter secara mandiri. Melalui pendekatan tersebut, program diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian masyarakat dalam pengelolaan sampah organik sekaligus membentuk perilaku hidup yang lebih bersih dan ramah lingkungan.

Pengurangan sampah organik dari sumber diharapkan dapat membantu menekan timbulan sampah yang harus dibuang atau diangkut keluar wilayah. Pada saat yang sama, hasil pengolahan sampah organik dapat dimanfaatkan kembali sehingga terbentuk prinsip ekonomi sirkular pada skala masyarakat.

Dengan demikian, program ini tidak berhenti pada penyelesaian persoalan sampah, tetapi diarahkan untuk menghasilkan manfaat yang lebih luas berupa peningkatan kualitas kesehatan lingkungan, penguatan kapasitas masyarakat, pengurangan beban sampah, serta dukungan terhadap keberlanjutan kawasan wisata Pulau Tunda.

Keterlibatan Universitas Banten Jaya dan Universitas Serang Raya dalam kegiatan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas perguruan tinggi dalam menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, pengetahuan dan hasil pengembangan teknologi di perguruan tinggi dapat diterapkan secara langsung sesuai kebutuhan masyarakat.

Pada saat yang sama, permasalahan yang ditemukan di lapangan dapat menjadi sumber pembelajaran dan pengembangan inovasi berikutnya bagi perguruan tinggi. Keberlanjutan program menjadi salah satu perhatian utama. Masyarakat diharapkan dapat melanjutkan pemilahan sampah, mengoperasikan komposter, memanfaatkan produk hasil pengolahan, serta menyebarluaskan praktik baik kepada kelompok masyarakat lainnya.

Dalam jangka panjang, inovasi ini diharapkan dapat dikembangkan sebagai model pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat yang dapat direplikasi pada wilayah pesisir dan kepulauan lainnya yang memiliki karakteristik permasalahan serupa.

Program ini menjadi bukti bahwa persoalan lingkungan dapat ditangani melalui perpaduan antara inovasi teknologi, edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan kolaborasi perguruan tinggi.

Dengan dukungan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun Anggaran 2026, kegiatan ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi terwujudnya Pulau Tunda yang lebih bersih, sehat, produktif, dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....