Kebiasaan Berkendara Pengaruhi Umur CVT Motor Matik

  • 15 Agt 2026 12:18 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Kebiasaan berkendara sehari-hari seperti membuka-menutup gas secara spontan dapat memengaruhi usia pakai CVT pada sepeda motor matik.
  • Pengendara harus menghindari kebiasaan menarik gas sambil menekan rem bersamaan untuk menjaga durabilitas sistem transmisi.
  • Deyuga dari Technical Service Division Honda Banten menyarankan pengendara untuk memperhatikan cara berkendara guna memperpanjang usia pakai komponen CVT.

RRI.CO.ID, Serang – Kebiasaan berkendara sehari-hari menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi usia pakai Continuously Variable Transmission (CVT) pada sepeda motor matik. Pengendara disarankan menghindari kebiasaan membuka dan menutup gas secara spontan maupun menarik gas sambil menekan rem.

Hal tersebut disampaikan Technical Service Division Honda Banten MSK, Deyuga dalam program Jaga Malam RRI Pro 2 Banten, Kamis, 13 Agustus 2026. Menurut Deyuga, CVT merupakan sistem pemindah tenaga pada sepeda motor matik yang bekerja secara otomatis menggunakan sejumlah komponen, termasuk puli dan belt.

Sistem tersebut membuat perpindahan tenaga terasa lebih halus sehingga memberikan kenyamanan bagi pengendara. “CVT itu sebenarnya sangat nyaman, sangat smooth. Tapi ada kelemahan CVT ketika tutup gas, narik turun gasnya terlalu kasar, itu sangat mempengaruhi umur CVT itu sendiri,” ujar Deyuga.

Ia menjelaskan, kebiasaan membuka dan menutup gas secara spontan dapat memberikan beban berulang terhadap komponen CVT. Kondisi tersebut berpotensi mempercepat keausan apabila dilakukan terus-menerus, terutama pada pengendara yang terbiasa melakukan akselerasi secara agresif.

Selain cara membuka dan menutup gas, kebiasaan menarik gas sambil tetap menekan rem juga perlu dihindari. Menurut Deyuga, kondisi tersebut dapat meningkatkan beban kerja mesin dan komponen CVT, khususnya bagian kampas kopling.

“Kebanyakan ketika berhenti, terutama saat macet, masih ngegas sambil ngerem. Itu sangat mempengaruhi beban kerja mesin itu sendiri. Efeknya yang pertama, kampas kopling gosong,” katanya.

Deyuga mengatakan, kampas kopling pada sistem CVT memiliki karakteristik yang perlu diperhatikan karena bekerja dalam kondisi gesekan dan panas. Beban berlebih yang terjadi secara berulang dapat meningkatkan temperatur dan memengaruhi kondisi komponen.

Karena itu, pengendara sepeda motor matik disarankan membiasakan diri berkendara secara halus, terutama saat melakukan akselerasi maupun deselerasi. Pengendara juga perlu memberikan jeda yang cukup ketika kendaraan berada dalam kondisi tertentu yang membuat kerja CVT menjadi lebih berat.

Selain pola berkendara, pemeriksaan dan perawatan berkala juga menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi CVT. Pemeriksaan dapat membantu mengetahui kondisi komponen sebelum mengalami kerusakan yang lebih serius.

Menurut Deyuga, perawatan rutin tidak hanya bertujuan menghindari kerusakan, tetapi juga menjaga kenyamanan dan performa sepeda motor dalam penggunaan sehari-hari. “Yang paling penting itu cara berkendaranya diperhatikan dan perawatannya jangan sampai menunggu rusak. Kalau dirawat secara rutin, kita bisa mengetahui kondisi komponen CVT lebih awal,” ujarnya.

Dengan pola berkendara yang lebih halus dan perawatan secara berkala, pengendara diharapkan dapat menjaga kinerja CVT sekaligus memperpanjang usia pakai komponen pada sepeda motor matik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....