Rekayasa Inseminasi Buatan Dongkrak Populasi Ternak Lebak Pesat
- 05 Jul 2026 05:43 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Pemerintah Kabupaten Lebak terus memperkuat sektor peternakan melalui penerapan rekayasa teknologi inseminasi buatan (IB) pada ternak domba dan kambing. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan populasi ternak sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi para peternak.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan swasembada kambing dan domba di Kabupaten Lebak. Selain memenuhi kebutuhan lokal, peningkatan populasi ternak juga ditargetkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.
Kepala Bidang Bina Usaha dan Kelembagaan Peternakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lebak, Rieyan Dermawan, di Rangkasbitung, Sabtu, 4 Juli 2026 mengatakan, teknologi inseminasi buatan memiliki peluang besar untuk meningkatkan produktivitas peternakan rakyat. "Penerapan rekayasa teknologi inseminasi buatan ini memiliki peluang yang sangat besar untuk meningkatkan populasi kambing dan domba. Harapan kami, Kabupaten Lebak mampu mewujudkan swasembada ternak sehingga kesejahteraan peternak ikut meningkat," kata Rieyan.
Pemerintah daerah terus mendorong masyarakat agar membudidayakan kambing dan domba karena sektor peternakan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan perekonomian masyarakat. Program tersebut juga sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Lebak dalam mempercepat pengentasan kemiskinan melalui penguatan sektor pertanian dan peternakan berbasis masyarakat.
Saat ini tercatat sebanyak 400 kelompok peternak aktif membudidayakan ternak di Kabupaten Lebak. Keberadaan kelompok tersebut menjadi ujung tombak dalam pengembangan peternakan rakyat.
Data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lebak menunjukkan populasi domba mencapai 62.482 ekor, sedangkan populasi kambing sebanyak 44.049 ekor. Melalui penerapan teknologi inseminasi buatan, pemerintah optimistis populasi kedua jenis ternak tersebut akan meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang.
Rieyan menjelaskan, peningkatan populasi ternak menjadi langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat setiap tahunnya. "Selama ini kebutuhan kambing dan domba, terutama menjelang Hari Raya Idul Adha, masih dipenuhi dari sejumlah daerah di Jawa Barat. Ke depan kami ingin kebutuhan tersebut dipenuhi oleh hasil peternakan Kabupaten Lebak sendiri," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Lebak menargetkan populasi kambing maupun domba masing-masing dapat mencapai 100 ribu ekor melalui penerapan teknologi reproduksi tersebut. Dengan bertambahnya populasi ternak, kebutuhan hewan kurban yang mencapai sekitar 11 ribu ekor setiap tahun diharapkan dapat dipenuhi sepenuhnya oleh peternak lokal.
Selain menerapkan teknologi inseminasi buatan, pemerintah daerah juga rutin menyalurkan bantuan hibah ternak kepada kelompok peternak di berbagai wilayah. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha peternakan rakyat agar semakin produktif dan berkelanjutan.
Pemerintah juga terus melakukan pembinaan kepada kelompok peternak melalui peningkatan pengetahuan, perubahan perilaku, sikap, dan keterampilan dalam mengelola usaha peternakan. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi faktor penting agar usaha peternakan mampu berkembang dan memberikan keuntungan yang lebih besar.
"Kami tidak hanya memberikan bantuan ternak, tetapi juga melakukan pembinaan secara berkelanjutan agar peternak memiliki kemampuan mengelola usaha secara profesional dan mandiri," katanya. Saat ini harga kambing dan domba di pasaran berkisar antara Rp5 juta hingga Rp8 juta per ekor, tergantung ukuran, usia, dan kualitas ternak.
Harga tersebut dinilai cukup menjanjikan sehingga usaha peternakan masih memiliki prospek yang baik untuk meningkatkan pendapatan masyarakat pedesaan. Seorang peternak asal Desa Rangkasbitung Timur, Supri, mengaku merasakan manfaat dari program inseminasi buatan yang dijalankan pemerintah daerah.
Menurut Supri, teknologi tersebut membantu meningkatkan peluang berkembang biaknya ternak sehingga jumlah populasi di kandangnya terus bertambah. "Saya sangat terbantu dengan adanya penyuntikan inseminasi buatan. Program ini membuat peluang kelahiran ternak lebih baik sehingga kami lebih optimistis mengembangkan usaha peternakan," ujar Supri.
Ia menambahkan, setiap hari ternaknya digembalakan di kawasan perkebunan kelapa sawit PTPN VIII Cisalak karena ketersediaan rumput hijau sebagai pakan sangat melimpah sepanjang tahun. Melalui kombinasi penerapan teknologi inseminasi buatan, pemberian bantuan ternak, serta pembinaan kepada peternak, Pemerintah Kabupaten Lebak optimistis mampu meningkatkan populasi kambing dan domba sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat berbasis sektor peternakan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....