Mengenal Strategi FLSR, Kunci Ciptakan Konten Sukses
- 27 Jun 2026 17:08 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Di tengah persaingan konten digital yang semakin ketat, menghasilkan konten dengan performa tinggi tidak lagi cukup mengandalkan keberuntungan. Dibutuhkan strategi yang terukur agar sebuah konten tidak hanya menarik perhatian audiens, tetapi juga dapat direplikasi secara konsisten.
Seorang Content Creator dari Bukan Cuma Posting (BCP), Oka Pangestu Adi, menyampaikan pengembangan konten digital. Menurutnya, konten yang sukses bukan semata-mata yang viral, melainkan konten yang memiliki pola keberhasilan yang bisa dipelajari dan diulang.
“Konten yang berhasil bukan selalu yang paling viral. Yang lebih penting adalah konten yang performanya bisa diprediksi, dianalisis, dan direplikasi,” ujar Oka kepada RRI pada Kamis, 25 Juni 2026.
Untuk mencapai hal tersebut, Oka memperkenalkan metode FLSR yang terdiri dari empat tahapan, yakni Finding, Listing, Sorting, dan Recreating. Metode ini dirancang untuk membantu kreator maupun institusi media menemukan pola konten yang efektif berdasarkan data dan analisis.
Tahap pertama, Finding, dilakukan dengan mencari akun atau konten yang telah terbukti berhasil pada topik tertentu. Melalui proses ini, kreator dapat memahami tren, kebutuhan audiens, serta strategi yang digunakan oleh akun-akun yang memiliki performa baik. Selanjutnya, pada tahap Listing, berbagai temuan tersebut dicatat dan dikumpulkan secara sistematis. Data yang dikumpulkan meliputi nama akun, topik yang dibahas, jumlah penayangan, jenis hook, hingga gaya penyampaian konten.
Tahap berikutnya adalah Sorting, yaitu menyaring konten-konten yang memiliki performa jauh di atas rata-rata. Konten semacam ini dianggap memiliki elemen tertentu yang membuatnya lebih menarik bagi audiens sehingga layak untuk dianalisis lebih mendalam. Setelah pola ditemukan, proses berlanjut ke tahap Recreating. Pada tahap ini, kreator tidak menyalin mentah-mentah konten yang sudah ada, melainkan mengadaptasi ide, format, atau pendekatannya dengan menambahkan nilai dan identitas khas yang dimiliki.
Oka menegaskan bahwa proses menciptakan konten yang efektif merupakan siklus yang terus berulang. Setiap konten yang dipublikasikan perlu dianalisis untuk mengetahui faktor yang memengaruhi keberhasilannya, kemudian hasil analisis tersebut digunakan sebagai dasar untuk eksperimen berikutnya. Ia juga mengingatkan bahwa tidak semua konten akan menjadi pemenang. Namun, melalui evaluasi dan pengulangan yang konsisten, peluang menemukan formula konten yang efektif akan semakin besar.
“Tujuan kita bukan membuat semua konten berhasil. Tugas kita adalah menemukan konten yang berhasil, memahami alasannya, lalu mengulangi pola tersebut,” ujarnya.
Dengan pendekatan berbasis data seperti FLSR, kreator dan institusi media diharapkan mampu menghasilkan konten yang lebih relevan, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan audiens di era digital yang terus berkembang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....