PMD Lebak Tuntaskan Monitoring Pembangunan Desa Tahun 2025
- 27 Jun 2026 15:06 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Lebak, merampungkan kegiatan monitoring dan inventarisasi hasil pembangunan desa Tahun Anggaran (TA) 2025 di seluruh desa yang tersebar di wilayah Kabupaten Lebak. Monitoring tersebut dilakukan terhadap 340 desa dengan tujuan memastikan seluruh program pembangunan yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) berjalan sesuai perencanaan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kegiatan monitoring mencakup berbagai sektor pembangunan, mulai dari infrastruktur jalan, jembatan, gedung pemerintahan desa hingga sarana pendukung lainnya yang menjadi kebutuhan masyarakat. Plt. Kepala Dinas PMD Kabupaten Lebak, Rido Novara, di Rangkasbitung mengatakan, inventarisasi pembangunan desa menjadi bagian penting dalam mengevaluasi pelaksanaan APBDes selama tahun anggaran 2025.
Data yang terkumpul akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan desa pada tahun berikutnya agar lebih tepat sasaran. "Monitoring ini bukan hanya untuk melihat hasil fisik pembangunan, tetapi juga memastikan seluruh kegiatan yang dibiayai APBDes benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat desa," kata Rido Novara, Sabtu, 27 Juni 2026.
Ia menegaskan keterbukaan informasi mengenai capaian pembangunan merupakan bentuk akuntabilitas pemerintah kepada masyarakat. "Kami berkomitmen mengawal pemanfaatan APBDes agar benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Data hasil monitoring ini menjadi gambaran nyata perkembangan pembangunan desa di Kabupaten Lebak," ujarnya.
Berdasarkan hasil rekapitulasi, pembangunan Jalan Poros Desa menjadi salah satu sektor dengan realisasi terbesar selama TA 2025. Untuk pembangunan Jalan Poros Desa, tercatat pembangunan rabat beton sepanjang 34.711 meter melalui 132 paket kegiatan.
Selain itu, pembangunan jalan hotmix mencapai 19.343 meter dari 43 paket, lapen sepanjang 30.490 meter melalui 52 paket, perkerasan atau telford sepanjang 8.326 meter dari 26 paket, pembukaan badan jalan sepanjang 8.594 meter melalui 9 paket, serta perawatan jalan sepanjang 651 meter melalui 4 paket.
Pada sektor Jalan Lingkungan, pembangunan didominasi pemasangan paving blok sepanjang 617.330,1 meter melalui 450 paket kegiatan. Pembangunan rabat beton jalan lingkungan juga mencapai 84.471,6 meter melalui 199 paket kegiatan.
Pembangunan lapen sepanjang 1.044 meter, perkerasan atau telford sepanjang 777 meter, pembukaan badan jalan sepanjang 1.301 meter, serta perawatan jalan sepanjang 975 meter turut direalisasikan. Di bidang infrastruktur penghubung, pembangunan jembatan baru mencapai 36 paket kegiatan dengan total panjang 273,1 meter.
Selain pembangunan baru, pemerintah desa juga melaksanakan rehabilitasi atau perbaikan jembatan sebanyak 7 paket dengan total panjang mencapai 242,3 meter. Peningkatan pelayanan pemerintahan desa juga dilakukan melalui pembangunan dan pemeliharaan gedung pemerintahan.
Data menunjukkan terdapat pembangunan 4 unit kantor desa baru serta perawatan terhadap 80 kantor desa yang telah ada. Selain itu, dibangun 9 unit balai atau aula desa baru dan dilakukan perawatan terhadap 10 balai atau aula desa.
Pada sektor infrastruktur pendukung, pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) mencapai 8.219,2 meter melalui 121 paket kegiatan. Sedangkan pembangunan drainase mencapai 10.899,4 meter melalui 98 paket. Di bidang pengairan, pembangunan irigasi terealisasi sebanyak 8 paket dengan panjang 1.528 meter.
Adapun pemeliharaan irigasi mencapai 12 paket dengan panjang 1.925 meter. Pembangunan infrastruktur lainnya juga meliputi beronjong sepanjang 3.073,8 meter melalui 31 paket, gorong-gorong sepanjang 1.014,2 meter melalui 49 paket, serta plat decker sepanjang 209,5 meter melalui 10 paket kegiatan.
Untuk meningkatkan kualitas sanitasi dan penyediaan air bersih, pemerintah desa membangun 11 unit MCK, satu paket jambanisasi, 43 paket Sarana Air Bersih (SAB) sepanjang 979,9 meter, jaringan pipanisasi sepanjang 9.619 meter melalui 12 paket, 20 unit sumur bor, 10 unit bak penampung air, 4 unit lapangan, serta SPAL sepanjang 250 meter melalui 3 paket kegiatan. "Kami berharap seluruh infrastruktur yang telah dibangun dapat dirawat bersama oleh masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan desa yang berkelanjutan," ucap Rido Novara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....