Meneladani Keteladanan Siti Rabiah al Adawiyyah dalam Beribadah
- 07 Jun 2026 11:43 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Kisah Siti Rabiah al-Adawiyyah kembali menjadi pengingat pentingnya menempatkan keselamatan akhirat sebagai tujuan utama kehidupan. Sosok perempuan salehah tersebut dikenal sebagai waliyullah yang mengabdikan hidupnya untuk beribadah kepada Allah SWT.
Ustazah Ai Juddiyaah Fahmi menjelaskan, Siti Rabiah merupakan perempuan yang tidak menjadikan urusan dunia sebagai fokus utama kehidupannya. Meski memiliki kehidupan yang baik, seluruh aktivitas dan ibadahnya dilakukan semata-mata karena Allah SWT.
Menurutnya, kecintaan terhadap Allah membuat Siti Rabiah tidak terikat oleh berbagai kenikmatan dunia. Sikap tersebut menjadi teladan bagi umat Islam, khususnya perempuan, agar tetap menjaga keimanan dan ketakwaan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
“Beliau adalah seorang wali Allah dari golongan perempuan. Yang hanya dalam hatinya ada Allah, hanyalah Allah dan akhirat,” ujarnya dalam program Mutiara Pagi RRI Banten, Minggu, 7 Juni 2026.
Dalam kisah yang disampaikan, Siti Rabiah pernah didatangi Syekh Hasan Basri bersama sejumlah ulama. Kedatangan tersebut dilakukan setelah suami Siti Rabiah meninggal dunia. Dalam kesempatan itu, Syekh Hasan Basri berniat melamar Siti Rabiah untuk menjadi istrinya.
Namun sebelum memberikan jawaban, Siti Rabiah mengajukan sejumlah pertanyaan terkait perkara gaib, di antaranya keadaan seseorang saat meninggal dunia, penerimaan catatan amal pada hari kiamat, serta kepastian seseorang termasuk golongan ahli surga atau ahli neraka. Pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak dapat dijawab oleh Syekh Hasan Basri karena seluruhnya merupakan rahasia Allah SWT.
Atas dasar itu, Siti Rabiah tidak menerima lamaran tersebut. Ustazah Ayi menilai sikap tersebut menunjukkan besarnya perhatian Siti Rabiah terhadap keselamatan akhirat dibandingkan kepentingan duniawi.
“Jika dilamar pun dia tidak minta apa-apa, hanyalah keselamatan di akhirat,” katanya.
Kisah tersebut menjadi pelajaran bahwa keimanan dan orientasi akhirat perlu menjadi landasan utama dalam menjalani kehidupan. Selain memperkuat ibadah, setiap muslim juga diingatkan untuk terus mengevaluasi diri dan mempersiapkan bekal menuju kehidupan setelah kematian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....