Pemuda Parlemen Indonesia Dorong Generasi Melek Politik
- 26 Mei 2026 13:14 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – Organisasi Pemuda Parlemen Indonesia terus mendorong anak muda agar lebih peduli terhadap isu politik dan kebijakan publik di Indonesia. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program edukasi, diskusi, hingga kegiatan sosial yang melibatkan pemuda dari 38 provinsi.
Sekretaris Eksekutif Pemuda Parlemen Indonesia, Mehdi Fiqiah Siregar mengatakan, organisasi tersebut hadir sebagai wadah bagi generasi muda untuk menyampaikan aspirasi daerah kepada pemerintah pusat sekaligus membangun kontribusi nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, banyak anak muda saat ini sebenarnya mulai sadar terhadap isu politik dan kebijakan publik. Namun, masih banyak yang menerima informasi secara mentah tanpa melakukan kajian terlebih dahulu.
“Anak muda sekarang sudah mulai melek politik, tapi yang saya sayangkan mereka sering menerima informasi mentah-mentah tanpa dicari tahu dulu kebenarannya,” ujar Mehdi dalam talkshow Jaga Malam bersama RRI Pro 2 Banten, Senin, 25 Mei 2026.
Ia menilai media sosial menjadi salah satu faktor yang membuat anak muda lebih mudah bersuara. Meski demikian, generasi muda juga dituntut lebih bijak dalam menyaring informasi agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum jelas kebenarannya.
Mehdi menjelaskan, Pemuda Parlemen Indonesia tidak hanya fokus pada diskusi politik, tetapi juga mendorong anak muda terlibat dalam aksi nyata di masyarakat. Sejumlah program sosial telah dilakukan, seperti kegiatan mengajar di daerah tertinggal hingga rencana program Jelajah Nusantara di kawasan Baduy, Banten.
Dalam program tersebut, para peserta akan melakukan kegiatan sosial berupa pendidikan, pemeriksaan kesehatan masyarakat, hingga pemberian bantuan kepada warga setempat selama tiga hari.
Selain itu, organisasi tersebut juga membuka kesempatan bagi pemuda berusia 18 hingga 30 tahun untuk bergabung melalui proses open recruitment yang berlangsung hingga 31 Mei 2026.
Mehdi berharap semakin banyak generasi muda yang tidak hanya aktif di media sosial, tetapi juga ikut terlibat dalam pembangunan bangsa melalui organisasi dan komunitas positif.
Ia menegaskan, anak muda memiliki peran penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 sehingga perlu memiliki kemampuan, keberanian, dan kepedulian terhadap arah kebijakan negara.
“Jangan cuma rebahan dan scroll media sosial. Anak muda harus bergerak, belajar, dan berkontribusi untuk negeri,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....