Pemkab Lebak Gencarkan Pengurangan Sampah Plastik Masyarakat

  • 26 Mei 2026 13:21 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Persoalan sampah plastik tidak bisa dianggap sepele. Selain sulit terurai, sampah plastik juga berpotensi mencemari tanah, sungai, hingga laut apabila tidak dikelola dengan baik. Untuk itu pemerintah Kabupaten Lebak terus menggencarkan upaya pengurangan penggunaan kantong plastik di tengah masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan karena tingginya penggunaan plastik sekali pakai dinilai telah menjadi ancaman serius bagi lingkungan hidup. Penggunaan kantong kresek sebagai sarana pembungkus makanan maupun kebutuhan rumah tangga masih ditemukan hampir di seluruh wilayah Kabupaten Lebak.

Kondisi itu membuat volume sampah plastik terus meningkat dari tahun ke tahun. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak, Irvan Suyatupika mengatakan, penggunaan plastik sekali pakai masih cukup tinggi di masyarakat.

“Penggunaan kantong plastik sekali pakai sampai sekarang masih tinggi dan ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena dampaknya terhadap lingkungan sangat besar,” kata Irvan, di Rangkasbitug, Selasa, 26 Mei 2026.

Menurut Irvan, sampah plastik merupakan salah satu penyumbang terbesar pencemaran lingkungan. Plastik membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai secara alami sehingga berpotensi menumpuk dalam jumlah besar.

Ia menjelaskan, apabila kondisi tersebut tidak segera dikendalikan, maka kualitas lingkungan hidup di Kabupaten Lebak dikhawatirkan akan terus menurun. “Kalau tidak ditekan dari sekarang, pencemaran lingkungan akan semakin parah dan dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Selain mencemari lingkungan, keberadaan sampah plastik juga dinilai dapat memicu berbagai persoalan kesehatan dan gangguan ekosistem di masa mendatang. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Lebak telah menerbitkan surat imbauan kepada masyarakat agar mulai mengurangi penggunaan plastik dalam aktivitas sehari-hari.

Surat imbauan tersebut menjadi salah satu langkah preventif pemerintah daerah dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Tidak hanya masyarakat umum, pemerintah daerah juga meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi contoh dalam pengelolaan sampah.

ASN didorong untuk membiasakan pemilahan sampah organik dan nonorganik di lingkungan kerja maupun di rumah masing-masing. “ASN harus menjadi teladan dalam pengelolaan sampah. Minimal dimulai dari kebiasaan memilah sampah dan mengurangi penggunaan plastik,” ujar Irvan.

Ia mengungkapkan, volume sampah di Kabupaten Lebak saat ini tergolong cukup tinggi dan mencapai sekitar 262 ribu ton per tahun. Jumlah tersebut dinilai menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Untuk menekan volume sampah, DLH Lebak terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah secara bijak dan berkelanjutan. Menurut Irvan, pemilahan sampah menjadi langkah penting karena sebagian sampah masih memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik. “Sampah plastik sebenarnya masih bisa dimanfaatkan melalui proses daur ulang dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

Sampah organik juga dapat diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi sektor pertanian maupun kebutuhan rumah tangga. DLH Lebak berharap masyarakat semakin sadar untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai demi menjaga kelestarian lingkungan.

Irvan menegaskan, persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata. Penanganan sampah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. “Masyarakat harus ikut berperan aktif menjaga lingkungan. Mulai dari kebiasaan sederhana seperti membawa tas belanja sendiri dan membuang sampah pada tempatnya,” ucapnya.

Selain mengurangi sampah plastik, pemerintah daerah juga terus mendorong budaya peduli lingkungan melalui berbagai kegiatan edukasi dan kampanye kebersihan. Kegiatan tersebut dilakukan di sekolah, lingkungan permukiman, hingga ruang publik agar kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan terus meningkat.

Pemerintah Kabupaten Lebak berharap upaya pengurangan sampah plastik dapat berjalan maksimal sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....