Gaya Hidup Hedonis Picu Retaknya Keluarga
- 15 Apr 2026 20:36 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Gaya hidup konsumtif dan hedonis di era modern dinilai menjadi salah satu pemicu utama keretakan rumah tangga. Sekretaris MUI Provinsi Banten, Deni Rusli, menyebut tekanan ekonomi akibat pola hidup berlebihan kerap memicu konflik dalam keluarga jika tidak diimbangi dengan pengelolaan keuangan yang bijak.
Menurutnya, perkembangan zaman membawa perubahan gaya hidup yang cenderung individualis dan berorientasi pada kesenangan semata. “Kondisi tersebut membuat keluarga rentan terhadap perselisihan karena kebutuhan yang terus meningkat tidak sebanding dengan kemampuan ekonomi,” ucap Deni, Selasa, 14 April 2026.
Deni menjelaskan, tekanan ekonomi menjadi salah satu faktor dominan penyebab perceraian. Pengeluaran yang tidak terkontrol serta keinginan mengikuti tren seringkali menimbulkan beban finansial dalam rumah tangga.
“Mengelola keuangan bersama dengan jujur dan efisien untuk mencegah tekanan ekonomi yang sering menjadi penyebab perceraian,” katanya.
Untuk mengatasi hal tersebut, ia menekankan pentingnya menanamkan sikap qanaah atau menerima dengan ikhlas apa yang dimiliki. Sikap ini dinilai menjadi benteng utama agar keluarga tidak terjebak dalam pola hidup berlebihan yang merusak keharmonisan.
"Qanaah, menerima dengan ikhlas apa yang Allah berikan untuk menghindari gaya hidup konsumtif yang memicu perselisihan,” ujar Deni.
Deni pun mengingatkan tanpa pengendalian diri, gaya hidup konsumtif dan hedonis akan sulit menghadirkan keluarga sakinah. Oleh karena itu, keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan nilai spiritual, termasuk sikap qanaah, menjadi kunci dalam menjaga keutuhan dan keharmonisan rumah tangga di tengah arus modernisasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....