Cara Membangun Self Esteem di Dunia Penuh Perbandingan

  • 15 Apr 2026 12:53 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang – Kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain tidak hanya terjadi di media sosial, tetapi juga dalam kehidupan sehari hari. Tanpa disadari, hal tersebut dapat memengaruhi cara seseorang menilai diri sehingga berdampak pada kepercayaan diri.

Dalam kondisi tertentu, otak secara alami akan membandingkan diri sebagai cara memahami posisi diri dalam lingkungan sekitar. Namun jika dilakukan terus menerus tanpa kontrol, kebiasaan ini justru membuat seseorang lebih fokus pada kekurangan dibandingkan kelebihan diri.

Seorang psikolog asal Kota Serang, Lian menerangkan, secara psikologis, self esteem tidak terbentuk dari perbandingan dengan orang lain, tetapi dari cara seseorang menilai dirinya sendiri. Ketika penilaian diri terlalu bergantung pada pencapaian orang lain, maka kepercayaan diri akan mudah berubah dan tidak stabil.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menyadari pola pikir saat mulai membandingkan diri dengan orang lain. Kesadaran tersebut menjadi langkah awal untuk menghentikan kebiasaan membandingkan sebelum berkembang menjadi pikiran yang berlebihan.

Selain itu, penting untuk mengalihkan fokus dari hasil orang lain menjadi proses perkembangan diri sendiri secara bertahap. Dengan demikian, seseorang dapat melihat kemajuan kecil sebagai bagian penting dalam membangun kepercayaan diri yang lebih stabil.

Dia mengatakan, membangun self esteem perlu dimulai dari cara seseorang memandang dirinya sendiri. “Self esteem terbentuk dari penerimaan diri, bukan dari perbandingan dengan orang lain yang belum tentu memiliki kondisi yang sama,” ujarnya kepada RRI pada Rabu, 15 April 2026.

Langkah lain yang dapat dilakukan adalah membatasi kebiasaan mengevaluasi diri secara berlebihan berdasarkan standar orang lain. Mengganti kebiasaan tersebut dengan apresiasi terhadap pencapaian pribadi dapat membantu menjaga kondisi mental tetap seimbang.

Selain itu, penting untuk memahami bahwa setiap orang memiliki proses, latar belakang, dan tujuan hidup yang berbeda satu sama lain. Perbedaan tersebut membuat perbandingan tidak selalu relevan dan justru dapat menimbulkan tekanan yang tidak perlu.

Dengan demikian, membangun self esteem di tengah dunia yang penuh perbandingan memerlukan kesadaran dalam mengelola pola pikir. Melalui kebiasaan sederhana dan konsisten, seseorang dapat menjaga kepercayaan diri tanpa harus terjebak dalam perbandingan sosial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....