Pemkab Serang Harapkan Harga Sembako Tetap Stabil Pasca Lebaran
- 08 Apr 2026 17:11 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang — Pemerintah Kabupaten Serang berharap harga bahan pokok tetap stabil pasca Hari Raya Idul Fitri. Harapan ini disampaikan setelah dilakukan pemantauan di Pasar Baros Pada Rabu 8 April 2026. Hasil pantauan menunjukkan kondisi harga relatif terkendali. Tidak ada lonjakan signifikan pada komoditas utama.
Kepala Bidang Perdagangan Diskoumperindag Kabupaten Serang, Titi Purwitasari, mengatakan stabilitas harga menjadi prioritas. Pemerintah ingin menjaga daya beli masyarakat tetap terjaga. Oleh karena itu, pengawasan pasar terus dilakukan. Terutama pada kebutuhan pokok yang bersifat urgensi.
“Harapan ke depan kondisi harga tetap stabil, jadi tidak ada yang melonjak secara signifikan, terutama barang-barang yang sangat urgen di sini,” ujarnya.
Berdasarkan hasil monitoring, sejumlah harga bahan pokok justru mengalami penurunan. Kondisi ini terjadi setelah tingginya permintaan saat Lebaran. Penurunan tersebut dinilai sebagai kondisi normal. Pasar mulai kembali ke pola konsumsi biasa.
Namun, masih ada komoditas yang menjadi perhatian, seperti tomat. Harga tomat sempat mengalami fluktuasi di pasar. Meski demikian, kenaikannya tidak terlalu signifikan. Pemerintah memprediksi harga akan kembali stabil dalam waktu dekat.
Sementara itu, harga daging masih berada di kisaran Rp150 ribu per kilogram. Harga tersebut sedikit di atas HPP yang ditetapkan sebesar Rp140 ribu. Namun kondisi ini sudah berlangsung sejak sebelum Lebaran. Sehingga tidak dikategorikan sebagai kenaikan baru.
Untuk komoditas minyak goreng, pemerintah tengah melakukan penataan distribusi. Pedagang diwajibkan memiliki Nomor Induk Berusaha atau NIB. Proses pendaftaran dilakukan melalui aplikasi Simirah. Langkah ini bertujuan agar distribusi lebih tertib dan terdata.
Terkait ketersediaan stok minyak, kondisi di Bulog disebut masih terbatas. Namun stok di BUMN lain seperti Rajawali Nusantara Indonesia masih tersedia. Pemerintah daerah pun melakukan kerja sama dengan pihak tersebut. Penyaluran dilakukan untuk memenuhi kebutuhan di pasar.
Keterbatasan stok minyak dipastikan bukan karena faktor global. Melainkan lebih kepada penyesuaian distribusi dalam negeri. Pemerintah optimistis kondisi ini segera membaik. Sehingga tidak berdampak besar pada masyarakat.
Ke depan, pemerintah menaruh harapan besar agar harga tetap stabil. Terutama pada barang-barang yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. Pengawasan akan terus dilakukan secara berkala. Hal ini demi menjaga kestabilan ekonomi di daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....