Nelayan Perikanan Lebak Capai 4.400 Orang
- 07 Apr 2026 20:38 WIB
- Banten
Poin Utama
- Nelayan Perikanan tangkap di Lebak 4400 orang
- Potensi perikanan Lebak sangat tinggi
- Jumlah nelayan RTP tercatat sebanyak 700 orang.
RRI.CO.ID, Lebak - Berdasarkan data Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, jumlah nelayan laut di wilayah tersebut mencapai 4.400 orang. Data ini menunjukkan potensi besar sektor perikanan sebagai penopang ekonomi masyarakat pesisir.Dari total tersebut, nelayan terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu nelayan rumah tangga perikanan (RTP) dan nelayan rumah tangga buruh perikanan (RTBP). Klasifikasi ini didasarkan pada kepemilikan sarana penangkapan ikan.
Jumlah nelayan RTP tercatat sebanyak 700 orang. Adapun sisanya, yakni sekitar 3.700 orang, merupakan nelayan Rumah Tangga Buruh Perikanan (RTBP) yang menggantungkan penghasilan dari bekerja pada kapal milik orang lain.
Nelayan rumah tangga perikanan merupakan mereka yang memiliki kapal atau alat tangkap sendiri. Sementara itu, nelayan rumah tangga buruh perikanan adalah mereka yang tidak memiliki kapal dan bekerja sebagai anak buah kapal (ABK).
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat kesenjangan kepemilikan aset berpengaruh langsung terhadap tingkat kesejahteraan nelayan. Nelayan RTBP umumnya memiliki pendapatan yang lebih rendah dan tidak stabil.
Pemerintah Kabupaten Lebak terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya para nelayan, melalui berbagai program strategis yang berkelanjutan. Salah satu langkah nyata yang tengah dikembangkan adalah pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.
Melalui program Kampung Nelayan Merah Putih, pemerintah berupaya memberikan prioritas bantuan kepada nelayan RTP. Bantuan ini meliputi sarana dan prasarana kelengkapan melaut guna meningkatkan produktivitas.
Fasilitas yang diberikan diharapkan mampu mendorong peningkatan hasil tangkapan serta efisiensi kerja nelayan. Dengan demikian, sektor perikanan dapat berkembang lebih optimal.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, Winda Triana, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pemberdayaan masyarakat pesisir secara menyeluruh.
“Kami memprioritaskan nelayan rumah tangga perikanan dalam pemberian bantuan sarana dan prasarana, agar mereka bisa menjadi motor penggerak ekonomi di wilayah pesisir,” ujar Winda Triana.
Ia menambahkan, keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih juga diharapkan memberikan dampak berantai bagi nelayan buruh. Dengan adanya peningkatan aktivitas ekonomi, peluang kerja dan pendapatan di sektor perikanan akan ikut meningkat.
Menurutnya, nelayan RTBP memiliki peluang untuk naik kelas menjadi nelayan Rumah Tangga Perikanan jika didukung dengan akses, pelatihan, serta lingkungan usaha yang kondusif. Program ini menjadi salah satu jalan menuju perubahan tersebut.
Pemerintah daerah optimistis , pembangunan kampung nelayan ini akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pesisir Kabupaten Lebak. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program.
Ke depan, diharapkan Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya meningkatkan kesejahteraan nelayan, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi daerah berbasis potensi kelautan dan perikanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....