Putus Silaturahmi Hilangkan Keberkahan
- 24 Mar 2026 11:30 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Memutus tali silaturahmi menjadi salah satu perbuatan yang mendapat peringatan keras dalam ajaran Islam. Selain berdampak pada hubungan sosial di dunia, perbuatan tersebut juga memiliki konsekuensi serius di akhirat bagi pelakunya.
Sekretaris MUI Provinsi Banten, Deni Rusli menegaskan, silaturahmi merupakan bagian penting dari amalan yang bernilai besar di sisi Allah SWT. Ia menyebut, menjaga hubungan antar sesama menjadi salah satu tabungan kebaikan yang akan dibalas di akhirat.
“Ada empat tabungan kita di surga, salah satunya silaturahmi,” ujar Deni, Selasa, 24 Maret 2026.
Deni menegaskan, memutus silaturahmi termasuk dalam golongan perbuatan yang dapat membuat seseorang tidak mendapat perhatian dari Allah SWT pada hari kiamat. “Ada dua kelompok manusia yang nanti pada hari kiamat tidak akan dipedulikan sama Allah. Salah satunya orang yang memutuskan tali silaturahim,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi gambaran betapa seriusnya dampak memutus silaturahmi, tidak hanya merusak hubungan sosial, tetapi juga menghilangkan keberkahan hidup. Bahkan, sikap tersebut dapat menjauhkan seseorang dari rahmat Allah dan peluang mendapatkan kebaikan di akhirat.
Deni menjelaskan, menjaga silaturahmi membawa banyak manfaat, di antaranya memperluas rezeki, memperpanjang umur, serta menambah rahmat dari Allah SWT. Selain itu, silaturahmi juga mendorong terciptanya saling mengenal, tolong-menolong, hingga saling memahami antar sesama.
Momentum Lebaran, menjadi waktu yang tepat untuk kembali mempererat hubungan yang sempat renggang. “Segala hal yang membuat silaturahmi terputus, sambungkan kembali. Itu bagian dari investasi kita ketika kembali kepada Allah SWT,” ucapnya.
Deni pun mengingatkan, menjaga silaturahmi bukan hanya kewajiban saat momen tertentu, tetapi harus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari keimanan dan bekal kehidupan di akhirat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....