Manfaatkan Ramadan Tingkatkan Amal Kebaikan
- 12 Mar 2026 13:18 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – Bulan Ramadan menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah serta memperbanyak amal kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut disampaikan Ustazah Ai juddiyah Fahmi saat dialog santai dalam program siaran Teman Ngabuburit di RRI Pro 2 Banten, Rabu, 11 Maret 2026.
Dalam perbincangan tersebut, Ustazah Ai juddiyah Fahmi menjelaskan bahwa keberkahan Ramadan tidak hanya terlihat dari pahala yang dilipatgandakan, tetapi juga dari berbagai kebaikan yang muncul dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, berkah dapat dirasakan melalui bertambahnya kebaikan dalam berbagai aspek kehidupan.
Ia menyebutkan bahwa berkah dalam Islam diartikan sebagai bertambahnya kebaikan yang diberikan Allah kepada manusia. Karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk memanfaatkan bulan Ramadan sebagai kesempatan memperbanyak amal baik, baik yang bersifat ibadah maupun dalam kehidupan sosial sehari-hari.
Selain ibadah wajib seperti puasa dan salat, Ustazah Ai juddiyah juga menekankan pentingnya melakukan amalan-amalan sederhana yang sering kali dianggap sepele. Ia mencontohkan, salah satu bentuk amal yang mudah dilakukan adalah mendoakan orang lain tanpa diminta.
“Amalan sederhana yang bisa dilakukan misalnya mendoakan teman supaya sukses, padahal dia tidak meminta kita mendoakan. Itu termasuk sedekah yang luar biasa pahalanya,” ujarnya.
Menurutnya, di era digital saat ini banyak aktivitas yang dilakukan melalui media sosial. Namun, umat Islam tetap dapat menjadikannya sebagai sarana berbuat kebaikan jika digunakan dengan bijak. Misalnya dengan menyebarkan konten positif atau memberikan dukungan terhadap hal-hal baik.
Ia menjelaskan bahkan tindakan sederhana seperti memberi tanda suka pada konten yang berisi doa atau pesan kebaikan dapat bernilai ibadah jika diniatkan sebagai bentuk dukungan terhadap hal positif.
“Sedekah itu tidak harus berupa materi. Bahkan hal kecil seperti memberikan ‘like’ pada konten yang baik juga bisa menjadi sedekah jika diniatkan untuk kebaikan,” katanya.
Ustazah Ai juddiyah juga mengingatkan agar umat Islam menjaga sikap selama menjalankan ibadah puasa. Ia menilai perilaku seperti iri hati, bergosip, atau menyebarkan keburukan orang lain dapat mengurangi pahala puasa.
Ia mencontohkan, ketika seseorang merasa iri terhadap kesuksesan orang lain, sebaiknya segera memperbanyak istighfar dan memperbaiki niat. Menurutnya, perasaan iri yang tidak dikendalikan justru dapat merugikan diri sendiri.
Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial, terutama dalam memberikan komentar atau menyebarkan informasi yang belum tentu benar.
Dalam kesempatan tersebut, Ustazah Ai juddiyah juga memberikan pesan kepada para orang tua agar membimbing anak-anak belajar berpuasa dengan pendekatan yang penuh kesabaran. Ia menilai pendidikan ibadah kepada anak sebaiknya dilakukan secara bertahap dan tidak dengan paksaan.
Menurutnya, anak-anak perlu dikenalkan pada puasa secara perlahan agar mereka memahami makna ibadah tersebut. Pendekatan yang lembut dan penuh kasih dinilai lebih efektif untuk menumbuhkan kesadaran beribadah sejak dini.
Menutup dialog, ia mengajak masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri dan memperbanyak amal saleh.
“Jangan tinggalkan belajar menjadi orang tua yang baik dan terus tingkatkan ibadah. Insyaallah dengan menjaga salat, puasa, dan amal baik lainnya, hati dan lisan kita akan lebih terjaga,” ujarnya.
Melalui berbagai amalan sederhana namun bermakna, umat Islam diharapkan dapat meraih keberkahan Ramadan sekaligus menjadikannya sebagai sarana memperkuat keimanan dan kepedulian sosial.