Gorong-gorong Milik MMS Disebut Walikota Cilegon Penyebab Banjir
- 09 Mar 2026 23:53 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Cilegon - Wali Kota Cilegon, Robinsar sebut gorong-gorong yang berada di kawasan Metro, Kelurahan Jombang Wetan, Kota Cilegon milik PT Marga Mandala Sakti (Astra Tol Tangerang - Merak) penyebab banjir di Kota Cilegon beberapa hari lalu. “Gorong-gorong yang ada dua biji, itu menjadi penghambat. Karena airnya menunggu, sehingga meluber ke mana-mana," kata Wali Kota Cilegon Robinsar saat ditemui wartawan di Rumah Dinasnya, Senin 9 Maret 2026.
Menurut Robinsar, gorong-gorong milik MMS itu segmentasi gorong-gorong kedua sisi luasnya berbeda. Sehingga, kondisi itu mengakibatkan aliran air tidak bisa mengalir lancar. " Karena antara hulu dan hilir nya berbeda-beda, hulunya besar hilirnya kecil,” ucap Robinsar.
Robinsar berharap, PT MMS bergerak cepat menyelesaikan persoalan gorong-gorong yang menjadi penyebab banjir di Kota Cilegon. "Saya minta MMS untuk didorong agar ada pelebaran gorong-gorong dan akan ada penambahan titik gorong-gorong agar tidak terdi banjir di Kota Cilegon. Dengan demikian , pada saat hujan air tidak fokus terhadap dua jalur itu saja,” katanya.
Head of Sustainability Management dan Corporate Communications, ASTRA Infra Toll Road Tangerang Merak, Uswatun Hasanah, menyampaikan pihgaknya masih melakukan komunikasi internal terkait hal tersebut. Salah satunya yakni dengan meminta informasi dari peserta rapat dari internal perusahaan.
"Saya perlu waktu untuk konfirmasi ke rekan2 yang hadir di undangan meeting Wali Kota kemarin. Supaya tanggapan kami nanti infonya berimbang," ujarnya.
Kepala Divisi Operasi dan Pemeliharaan Astra Tol Tangerang-Merak, Sri Mulyo memandang perlu adanya kajian teknis secara komprehensif yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), hingga Dinas Tata Kota. Mengingat kejadian ini merupakan isu berulang, faktor penyebab genangan tidak dapat dilihat dari satu titik saja, melainkan harus ditinjau dari perubahan tata guna lahan, debit air hulu, serta kapasitas drainase makro di sekitar wilayah jalan tol.
"Kami juga memandang perlunya kami dan para pihak dari instansi teknis terkait di Pemerintahan Kota Cilegon untuk melakukan survey lapangan dan duduk bersama kembali. Hal ini penting untuk memastikan informasi dan kajian teknis, sehingga solusi yang diambil bersifat permanen dan tidak hanya memindahkan masalah ke titik lain," katanya.
Selain itu, kata dia setiap perubahan desain pada aset jalan tol, termasuk dimensi gorong-gorong, merupakan kewenangan strategis yang harus mendapatkan persetujuan dari Kementerian Pekerjaan Umum (Pusat). "Sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), kami beroperasi di bawah supervisi Pemerintah Pusat dalam hal modifikasi struktur utama, untuk itu diperlukan kajian-kajian teknis yang mendasar bagian dari usulan kepada kementrian PU terhadap perubahan-perubahan lingkup desain jalan tol," ujarnya.
Pihaknya, kata dia mendukung penuh upaya pengendalian banjir di wilayah Kota Cilegon. Berkomitmen untuk menjalankan kebijakan sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) serta kewenangan yang dimiliki demi kenyamanan masyarakat dan kelancaran arus logistik.
"Kami percaya bahwa kolaborasi yang solid dan berbasis data teknis antara pengelola jalan tol dan pemerintah daerah adalah kunci utama dalam menyelesaikan permasalahan drainase perkotaan secara efektif," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....