Cabai Dua Ton Ludes saat Bazar Ramadan di Bojonegara
- 03 Mar 2026 13:14 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Bazar Ramadan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 2026 resmi dibuka oleh Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah. Kegiatan tersebut berlangsung di Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Selasa 3 Maret 2026.
Pembukaan bazar disambut antusias oleh ratusan warga. Sejak pagi, masyarakat sudah memadati area stan penjualan. Warga langsung menyerbu berbagai kebutuhan pokok yang dijual dengan harga terjangkau. Komoditas cabai menjadi salah satu yang paling diminati. Penjualan berlangsung cepat sejak bazar dibuka. Antrean panjang terlihat di sejumlah lapak pedagang.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Serang, Adang Rahmat, mengatakan tingginya minat beli sudah terlihat sejak awal kegiatan. Stok cabai keriting yang disiapkan panitia langsung diserbu pembeli. Dalam waktu singkat, persediaan pun menipis. Kondisi itu menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran.
“Baru mulai dibuka bahan-bahan sudah mulai dibeli masyarakat. Cabai keriting yang kami siapkan dua ton habis dalam dua jam dengan harga Rp30 ribu per kilogram. Untuk Idulfitri insyaallah pasokan aman karena kami sudah berkoordinasi dengan Bulog,” ujarnya saat diwawancarai.
Menurutnya, cabai keriting dijual sebagai alternatif komoditas yang lebih terjangkau. Pasalnya, cabai rawit merah saat ini masih berada pada harga relatif tinggi. Di pasaran, cabai rawit merah berkisar Rp85 ribu per kilogram. Harga tersebut memang turun dari sebelumnya Rp90 ribu per kilogram.
Namun dalam bazar kali ini, cabai rawit merah tidak dijual. Hal itu disebabkan keterbatasan pasokan dari daerah penghasil. Pemerintah daerah memilih menghadirkan komoditas pengganti yang lebih stabil harganya. Langkah tersebut diambil untuk menjaga daya beli masyarakat.
Selain cabai, berbagai bahan pokok lain turut tersedia, diantaranya beras, minyak goreng, gula, dan terigu. Ada pula bawang merah, bawang putih, serta daging ayam. Semua komoditas dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Bazar Ramadan ini digelar untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok. Terutama menjelang Hari Raya Idulfitri yang biasanya diiringi kenaikan harga. Pemerintah daerah berupaya menekan gejolak harga melalui kegiatan tersebut. Stabilitas pasokan menjadi perhatian utama.
Koordinasi juga dilakukan dengan Perum Bulog guna memastikan stok aman. Pasokan bahan pokok dipastikan tersedia hingga menjelang hari raya. Distribusi berasal dari sejumlah daerah penghasil pertanian. Upaya ini dilakukan agar tidak terjadi kelangkaan barang di pasaran.
Pemerintah daerah berharap bazar ini dapat meringankan beban masyarakat. Warga juga diimbau untuk berbelanja sesuai kebutuhan. Langkah tersebut penting agar stok tetap merata bagi semua pembeli. Dengan demikian, kebutuhan pokok menjelang Idulfitri 2026 dapat terpenuhi dengan baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....