Ramadan Waktu yang Tepat Tingkatkan Kualitas Ibadah

  • 01 Mar 2026 07:12 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Momentum Ramadan kembali menjadi pengingat bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, khususnya puasa. Dalam program Mutiara Pagi RRI Banten, Minggu, 1 Maret 2062. Ustazah Ai Juddiyah Fahmi menegaskan bahwa puasa memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT, karena hanya Allah yang mengetahui dan membalasnya.

Ia menjelaskan, puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan ibadah yang sarat makna keikhlasan. “Puasa itu adalah untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya,” ujar Ustazah Ai. Hal tersebut menjadi dasar bahwa pahala puasa tidak bisa diukur oleh manusia.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa puasa juga menjadi sarana mengendalikan hawa nafsu. Dengan menahan diri dari makan, minum, dan syahwat, umat Islam diajak untuk menundukkan dorongan yang dapat menjerumuskan pada perbuatan buruk. Ia menyebutkan, puasa mampu menekan kesombongan dan menjaga diri dari perilaku tercela.

Menurutnya, menjaga puasa tidak hanya dari hal-hal yang membatalkan secara lahiriah, tetapi juga batiniah. Perilaku seperti ghibah, fitnah, hingga emosi berlebihan dapat merusak nilai puasa. Karena itu, umat Islam diingatkan untuk menjaga lisan, hati, dan perbuatan selama menjalankan ibadah tersebut.

Ustazah Ai juga menyoroti pentingnya menjaga keikhlasan dalam berpuasa, terutama di tengah aktivitas kerja yang padat. Ia menyebutkan bahwa keikhlasan dapat dibangun dengan kesadaran bahwa puasa adalah perintah Allah dan kebutuhan spiritual manusia. “Ingat bahwa pahala puasa hanyalah Allah Subhanahu Wa Ta’ala, tidak ada yang lain,” katanya.

Ia menambahkan, keikhlasan tidak berarti menampik harapan duniawi, seperti rezeki atau pahala surga, selama tetap dilandasi niat karena Allah. Hal ini diibaratkan seperti bekerja, yang tetap mengharapkan gaji namun diniatkan sebagai ibadah.

Ustazah Ai mengajak masyarakat memanfaatkan Ramadan sebagai momen memperbaiki diri. Ia berharap umat Islam tidak hanya memperoleh lapar dan dahaga, tetapi juga pahala dan keberkahan. Dengan menjaga lahir dan batin, puasa diharapkan menjadi jalan menuju ketakwaan dan kebahagiaan hakiki.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....