Tingkatkan Fokus Kerja dengan Teknik Deep Work

  • 24 Feb 2026 10:15 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Di tengah derasnya arus informasi digital, fokus kerja menjadi tantangan yang semakin nyata adanya. Notifikasi chat, panggilan singkat, hingga kebiasaan membuka media sosial kerap memecah konsentrasi tanpa disadari.

Akibatnya, pekerjaan yang seharusnya selesai dalam waktu singkat justru tertunda berulang kali. Kondisi ini, apabila dibiarkan, dapat menurunkan kualitas hasil sekaligus menambah beban mental.

Konsep deep work kemudian hadir sebagai pendekatan kerja yang lebih terarah dan terstruktur. Metode ini menekankan kemampuan bekerja secara mendalam tanpa gangguan dalam durasi tertentu.

Seorang Psikolog asal Serang, Lian menjelaskan, otak memerlukan waktu untuk mencapai konsentrasi optimal. “Ketika fokus terjaga selama 60 hingga 90 menit, kualitas kerja meningkat signifikan,” ujarnya kepada RRI pada Selasa, 24 Februari 2026.

Menurutnya, langkah awal yang dapat dilakukan adalah menetapkan jadwal khusus untuk tugas prioritas. Dengan demikian, energi dan perhatian tidak terbagi pada pekerjaan yang kurang mendesak. Selain itu, mematikan notifikasi gawai selama sesi fokus menjadi strategi sederhana tetapi efektif. Langkah kecil tersebut meski terlihat sepele, mampu mengurangi gangguan yang berulang.

Lingkungan kerja juga berperan penting dalam mendukung konsentrasi. Meja yang rapi, pencahayaan yang cukup, serta posisi duduk ergonomis membantu menjaga stamina dan kejernihan pikiran. Di sisi lain, teknik pembagian waktu seperti time blocking dapat memperkuat penerapan deep work. Setiap blok waktu difokuskan untuk satu jenis pekerjaan agar alur berpikir tetap terjaga.

Namun demikian, bekerja fokus bukan berarti mengabaikan waktu istirahat sepenuhnya. Jeda singkat setelah sesi intens justru membantu memulihkan energi sebelum melanjutkan ke tugas berikutnya. Dengan penerapan yang konsisten, metode ini mampu meningkatkan efisiensi sekaligus kualitas output pekerjaan. Tugas yang semula terasa berat pun dapat diselesaikan secara lebih sistematis.

"Dengan demikian, produktivitas bukan sekadar soal durasi bekerja setiap hari. Melainkan tentang bagaimana seseorang mengelola perhatian, energi, dan waktu secara lebih bijak," ucap dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....