Puasa Melatih Keikhlasan dan Ketakwaan

  • 24 Feb 2026 07:29 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Ibadah puasa Ramadan dinilai sebagai sarana utama dalam membentuk keikhlasan dan ketakwaan seorang muslim dalam kehidupan sehari-hari. Puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan menjadi latihan spiritual yang bersifat personal antara hamba dengan Allah SWT.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris MUI Provinsi Banten sekaligus Ketua Forum Komunikasi Alumni Petugas Haji Indonesia Provinsi Banten, Deni Rusli, dalam program Mutiara Pagi RRI Banten, Selasa, 24 Februari 2026.

Ia menjelaskan, puasa memiliki keistimewaan dibandingkan ibadah lainnya karena pahalanya dibalas langsung oleh Allah SWT. Oleh karena itu, puasa menuntut keikhlasan yang murni serta niat yang lurus, bukan sekadar menggugurkan kewajiban secara lahiriah.

“Puasa adalah ibadah paling personal. Bisa jadi secara fikih sah, tetapi pahalanya gugur jika tidak dilandasi iman dan keikhlasan,” ujar Deni.

Menurutnya, puasa menjadi ujian sejauh mana seseorang mampu mengendalikan diri, bukan hanya dari makan dan minum, tetapi juga dari perbuatan dan ucapan yang dilarang. Menahan diri dari ghibah, fitnah, kebohongan, serta ujaran yang tidak bermanfaat merupakan bagian penting dari kesempurnaan puasa.

Ia menambahkan, Ramadan merupakan momentum pembinaan karakter yang kuat bagi umat Islam. Selama sebulan penuh, umat dilatih untuk disiplin, sabar, dan konsisten dalam ketaatan, yang diharapkan dapat berlanjut setelah Ramadan berakhir. “Ramadan itu kawah candradimuka. Dari sinilah seorang muslim ditempa agar menjadi pribadi yang bertakwa, bukan hanya selama Ramadan, tetapi juga di bulan-bulan berikutnya,” katanya.

Deni menegaskan, keberhasilan Ramadan sejatinya diukur dari perubahan sikap dan perilaku pasca Idulfitri. Idulfitri tidak semata dimaknai sebagai perayaan simbolik, melainkan sebagai penanda lahirnya pribadi yang lebih taat dan berakhlak.

“Idulfitri bukan tentang pakaian baru, tetapi tentang meningkatnya ketaatan kepada Allah setelah menjalani Ramadan,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia berharap umat Islam dapat menjadikan puasa sebagai sarana transformasi diri menuju kehidupan yang lebih bersih secara spiritual dan lebih baik secara sosial. Dengan demikian, nilai-nilai puasa dapat terus hidup dalam keseharian, bukan hanya selama bulan Ramadan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....