Niat Rukun Pertama Salat Dalam Mazhab Syafi’i
- 11 Feb 2026 19:24 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Niat menjadi rukun pertama dalam salat menurut mazhab Syafi’i. Pelaksanaannya harus bersamaan dengan takbiratul ihram, sehingga tidak bisa dipisahkan antara kehendak dalam hati dan ucapan “Allahu Akbar”.
Ustadz Abdul Hay Nasuki, menjelaskan bahwa dasar niat merujuk pada hadis Rasulullah SAW, innamal a’malu bin niyat, setiap amal bergantung pada niatnya. “Yang pertama rukun salat dalam mazhab Syafi’iyah itu adalah niat. Niat ini menjadi rukun salat yang pertama,” ujarnya dalam program Mutiara Pagi bersama RRI Banten, Rabu, 11 Februari 2026.
Ia menekankan, niat tidak cukup hanya dilafalkan, tetapi harus hadir di dalam hati tepat ketika takbiratul ihram dilakukan. Dalam praktiknya, sebagian umat Islam memang terbiasa membaca lafaz niat sebelum memulai salat, namun itu sifatnya sunah sebagai penguat. “Niatnya itu sendiri dalam hati ketika kita membaca takbiratul ihram,” kata Abdul Hay.
Menurutnya, yang wajib dalam niat mencakup tiga unsur, yakni qasdu atau kesengajaan melakukan salat, ta’yin atau penentuan jenis salat, serta ta’adud untuk membedakan apakah salat tersebut fardu atau sunah. Sementara keterangan tambahan seperti jumlah rakaat, menghadap kiblat, hingga status sebagai imam atau makmum termasuk bagian penyempurna.
Lebih lanjut Ustadz Abdul juga menerangkan adanya perbedaan pandangan ulama mengenai kebersamaan niat dengan takbir. “Ada yang mengatakan bahwa cukup ketika di awal pembacaan takbiratul ihram. Jadi ketika ‘Allahu Akbar’ dalam hati niat salat fardu subuh itu sudah cukup,” ujarnya.
Ia mengajak umat Islam untuk terus mempelajari tata cara salat agar ibadah yang dilakukan benar sesuai tuntunan. “Semua rukun salat mari kita terus pelajari dan semoga kita mengamalkannya dan ibadah kita diterima oleh Allah SWT,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....