Memahami Piramida Aroma di Parfum

  • 25 Jan 2026 18:09 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Pemahaman dasar tentang parfum menjadi kunci agar masyarakat tidak salah menilai aroma yang digunakan. Founder Cossette N Co, Uti Brilliana menjelaskan, parfum memiliki struktur utama yang disebut piramida aroma, terdiri dari top note, middle note, dan base note.

Uti mengatakan, banyak orang menilai parfum terlalu cepat sesaat setelah disemprot, padahal aroma parfum bersifat dinamis. “Kenapa parfum itu berubah-ubah? Karena parfum itu punya piramida. Yang pertama adalah top note, aroma yang tercium pertama kali saat parfum disemprot hingga sekitar 15 menit,” ujar Uti Brilliana, Minggu, 25 Januari 2026.

Baca juga: Tip Penggunaan Parfum untuk Kulit Sensitif

Setelah fase awal, aroma akan bertransisi ke middle note. Pada tahap ini, karakter utama parfum mulai terasa. “Middle note itu muncul sekitar 15 menit sampai satu jam. Di situlah sebenarnya karakter parfum terlihat. Jadi kalau mau menilai parfum, jangan langsung, tunggu dulu sampai middle note-nya keluar,” kata Uti.

Sementara itu, base note merupakan aroma yang paling tahan lama dan sering kali melekat dalam ingatan. Menurut Uti, base note memiliki peran emosional yang kuat.

Base note itu aroma yang tertinggal di memori kita. Kadang kita ingat seseorang bukan wajahnya, tapi wanginya. Itu yang diingat adalah base note,” ucap Uti.

Baca juga: Kenali Perbedaan Parfum Alkohol dan Non-Alkohol

Uti menambahkan, kombinasi berbagai bahan alami seperti citrus, bunga, vanila, hingga kayu membentuk lapisan-lapisan aroma tersebut. Hal inilah yang membuat satu parfum tidak hanya memiliki satu wangi tunggal.

Uti berharap masyarakat semakin paham memilih parfum sesuai karakter dan tidak hanya ikut tren. “Cukup pahami tiga hal ini saja, top, middle, dan base note, itu sudah jadi bekal penting untuk memilih parfum,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....