Makna Fitri Bukan Sekadar Kembali Suci
- 21 Jan 2026 12:31 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Makna Idulfitri tidak hanya dipahami sebagai kembali pada kesucian, tetapi juga sebagai proses memecah puasa dan membangun kesadaran spiritual setelah menjalani ibadah Ramadan. Hal tersebut disampaikan oleh Ustaz Isqowi Indaddien Masya dalam program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Banten, Rabu 21 Januari 2026.
Ustaz Isqowi menjelaskan, istilah fitri berasal dari kata fitrun atau iftar, yang berarti memecah atau mengakhiri puasa. Makna ini menjadi dasar penamaan Idulfitri sebagai hari berakhirnya ibadah puasa Ramadan. Fitri itu maknanya memecah puasa, sebagaimana sarapan pagi disebut breakfast, yaitu makan pertama yang memecah puasa,” ujarnya.
| Baca juga: Makna Kurban Bukan Sekadar Menyembelih Hewan |
Baca juga: Islam Datang Membawa Rahmat bagi Alam
Ia mencontohkan tradisi iftar dalam budaya Arab yang menandai berakhirnya puasa saat waktu magrib. Tradisi tersebut mempertegas bahwa makna fitri tidak terlepas dari proses spiritual setelah menahan diri dari makan, minum, dan hawa nafsu.
| Baca juga: Haji Seyogyanya Tidak Jadi Ajang Kesombongan |
Menurut Isqowi, pemahaman fitri yang hanya dimaknai sebagai kembali suci sering kali membuat Idulfitri dipersempit sebagai perayaan seremonial semata, tanpa refleksi makna ibadah yang telah dijalani selama Ramadan.
Baca juga: Peradaban Islam Dorong Kemajuan Ilmu dan Teknologi
Ia menekankan bahwa nilai fitri perlu diwujudkan dalam perubahan sikap dan perilaku setelah Ramadan, seperti meningkatnya kepedulian sosial, pengendalian diri, dan keistiqamahan dalam beribadah.
“Idulfitri seharusnya menjadi titik balik kesadaran, bukan sekadar perayaan tahunan,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....