Circle Toxic Perbesar Risiko Penyalahgunaan Narkoba
- 15 Jan 2026 11:15 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Lingkungan pergaulan yang tidak sehat atau circle toxic dinilai menjadi faktor kuat yang mendorong remaja terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Hal ini disampaikan Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Muda BNNP Banten, Mita Maharani, saat dialog bersama Pro 2 RRI Banten, Kamis 15 Januari 2025.
Menurut Mita, pengaruh teman sebaya sangat besar dalam membentuk perilaku remaja. Ajakan untuk mencoba sering kali muncul dari lingkar pertemanan terdekat. “Banyak remaja sebenarnya tidak berniat, tapi karena lingkungannya, akhirnya ikut mencoba,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kebiasaan merokok sering menjadi gerbang awal sebelum berlanjut ke penyalahgunaan zat lain. Tren yang berkembang saat ini menunjukkan pergeseran dari rokok konvensional ke vape hingga narkotika sintetis. Tanpa disadari, remaja masuk dalam pola perilaku yang berbahaya bagi kesehatan dan masa depan mereka.
Mita menilai, mengenali perubahan perilaku menjadi penting sebagai langkah deteksi dini. Perubahan sikap yang ekstrem, baik menjadi terlalu aktif maupun justru pasif, dapat menjadi tanda awal keterlibatan dalam penyalahgunaan zat. Namun, ia mengakui bahwa tidak semua tanda terlihat secara fisik.
Ia menekankan, membatasi pergaulan bukan berarti menutup diri, tetapi memilih lingkungan yang mendukung pertumbuhan positif. Remaja juga perlu memiliki keberanian untuk mengatakan tidak, meskipun berisiko dikucilkan dari kelompok. “Lebih baik kehilangan circle daripada kehilangan masa depan,” katanya.
Menurutnya, ketahanan diri menjadi benteng utama agar remaja tidak mudah terpengaruh. Ketahanan ini dibangun melalui nilai keluarga, pendidikan, dan keimanan. “Kalau mental dan prinsip kita kuat, sekuat apa pun tekanannya, kita bisa bertahan,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....