Sering Ditanam di Tepi Jalan, Ini Manfaat Pohon Trembesi

  • 12 Jan 2026 09:38 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Pohon trembesi dikenal sebagai salah satu jenis pohon peneduh yang memiliki manfaat besar bagi lingkungan. Trembesi adalah pohon besar yang memiliki tajuk lebar dan sering ditanam di tepi jalan atau ruang terbuka hijau. Keberadaan pohon ini dinilai sangat penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, terutama di kawasan perkotaan.

Seorang konsultan lingkungan, Agung mengatakan, pohon trembesi memiliki kemampuan tinggi dalam menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. “Trembesi dikenal sebagai salah satu pohon yang efektif menyerap karbon. Dengan tajuk yang luas dan daun yang lebat, pohon ini sangat membantu mengurangi polusi udara,” ujarnya, Selasa (13/1/2026).

Baca juga: Kenali Macam-Macam Media Tanam untuk Tanaman Hias

Selain berfungsi sebagai penyerap polutan, Agung menjelaskan, pohon trembesi juga berperan dalam menjaga suhu lingkungan. Tajuknya yang rimbun mampu mengurangi panas matahari secara langsung sehingga menciptakan udara yang lebih sejuk. “Di wilayah perkotaan yang padat, trembesi dapat membantu menurunkan suhu dan mengurangi efek pulau panas,” ucap pria asal Kota Serang ini.

Manfaat lain dari pohon trembesi adalah kemampuannya dalam menjaga keseimbangan tanah dan air. Sistem perakarannya yang kuat dapat membantu menahan erosi serta meningkatkan daya serap air ke dalam tanah. Hal ini penting untuk mengurangi risiko banjir, terutama saat musim hujan.

Baca juga: Banten Ikut Serta Penanaman Pohon Mangrove Serentak oleh Presiden

Agung menambahkan, kehadiran pohon trembesi juga mendukung keberadaan makhluk hidup lain. Pohon ini dapat menjadi habitat bagi burung dan serangga, sehingga membantu menjaga keanekaragaman hayati. “Lingkungan yang sehat adalah lingkungan yang memiliki keseimbangan antara manusia, tumbuhan, dan hewan,” ucap Agung.

Ia berharap penanaman pohon trembesi dapat terus ditingkatkan, terutama di ruang terbuka hijau dan kawasan publik. “Menanam trembesi adalah investasi jangka panjang untuk kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat,” ujar lulusan Universitas Indonesia ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....