Ajarkan Anak Salat Sejak Dini untuk Membentuk Karakter Mulia

  • 23 Sep 2025 08:47 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Menanamkan kebiasaan salat sejak usia dini menjadi fondasi penting dalam membentuk anak berkarakter mulia. Sebab, pendidikan salat bagi anak tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan harus melalui proses pembiasaan.

“Pertama lakukan pembiasaan, kemudian lahir kebiasaan, dari kebiasaan itu akan menjadi karakter. Jika salat sudah menjadi karakter, maka anak-anak kita akan tumbuh dengan kepribadian yang kuat,” ujar Kepala Subbag TU Kementerian Agama Kota Serang dalam program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Banten, Selasa (23/9/2025).

Ia menjelaskan, dari pembiasaan salat sejak kecil, anak akan memiliki dua jenis karakter penting. Pertama, karakter moral, yang tercermin dari akhlak, budi pekerti, dan tutur kata yang baik. Kedua, karakter kinerja, yakni sikap jujur, amanah, dan disiplin dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Inilah Manfaat Salat Berjamaah di Masjid

Namun, pendidikan ibadah tidak hanya terbatas pada salat, tetapi juga mencakup pembelajaran Al-Qur’an.

“Qur’an harus diajarkan sejak dini. Bacaan, tajwid, dan makhraj hurufnya harus diperhatikan. Karena Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, tetapi cahaya yang akan menerangi hidup anak-anak kita,” katanya.

Ia menambahkan, orang tua juga perlu membiasakan doa-doa harian pada anak, seperti doa sebelum dan sesudah makan, doa tidur, dan doa untuk kedua orang tua. Hal ini akan memperkuat hubungan anak dengan Allah sekaligus melatih akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

“Jika anak terbiasa dengan salat dan Al-Qur’an, insyaallah mereka akan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berakhlak mulia. Mereka akan terbiasa bersedekah, menjaga kebersihan dengan wudu, serta mengingat Allah dengan zikir dan doa. Itulah yang akan membentuk pribadi yang kuat dan berkarakter,” kata Ustaz deni.

Baca juga: Salat Bentuk Karakter Anak Sejak Usia Dini

Di tengah derasnya arus globalisasi dan tantangan zaman, Ustaz Deni mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam membentengi anak dari pengaruh negatif. Ia menekankan bahwa pendidikan karakter tidak cukup hanya di sekolah, tetapi harus dimulai dari rumah.

“Orang tua adalah madrasah pertama. Kalau sejak kecil anak sudah dibiasakan salat, membaca Qur’an, berdoa, dan berzikir, maka ketika dewasa mereka akan terbiasa membawa agama dalam setiap aktivitas. Inilah bekal utama untuk menghadapi tantangan kehidupan modern, ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....