Moderasi Beragama Jadi Penopang Kehidupan Harmonis

  • 11 Sep 2025 09:13 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Moderasi beragama dinilai penting sebagai fondasi kehidupan bangsa yang damai dan harmonis. Hal ini disampaikan Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Primagraha Seran, Denny Rusli dalam tausiah pada program Mutiara Pagi RRI, Kamis (11/9/2025).

Ia menjelaskan, moderasi beragama berarti sikap yang selalu berada di tengah, adil, dan tidak ekstrem. Konsep ini merujuk pada Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 143 yang menyebut umat Islam sebagai umat pertengahan. “Moderasi beragama adalah cara pandang, sikap, dan perilaku yang adil, berimbang, serta menjauhi ekstremisme,” ujarnya.

Baca juga: Rukun Islam Ditekankan Sebagai Pedoman Hidup Setiap Muslim

Menurutnya, tantangan terbesar penerapan moderasi beragama saat ini adalah cara pandang yang sempit serta intoleransi di tengah masyarakat. Untuk itu, dibutuhkan integritas, solidaritas, dan tenggang rasa agar setiap individu mampu menghargai perbedaan. “Kita harus bisa mendengar satu sama lain, saling belajar, serta mengelola perbedaan keagamaan,” kata pria yang kerap disapa Ustaz Denny ini.

Ia menegaskan, dalam konteks Indonesia, moderasi beragama menjadi strategi kebudayaan untuk merawat persatuan. Musuh utama yang harus dihindari adalah ekstremisme, intoleransi, dan rasa benci yang dapat memicu konflik. “Kehidupan beragama harus seimbang, tidak berat sebelah. Dengan demikian, keadilan, kemanusiaan, dan persamaan bisa terjaga,” ungkapnya.

Baca juga: Tiga Prinsip Hidup Bahagia dalam Islam

Ustadz Denny mengajak masyarakat untuk menguatkan prinsip moderasi agar bangsa tetap utuh dalam keberagaman. “Mari kita wujudkan sikap moderat, tidak ekstrem kanan atau kiri, tapi adil di tengah-tengah,” ujarnya. (Shanadu Putra Nugraha).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....