Novel Bulan Sabit Tua Angkat Budaya Banten

  • 03 Sep 2025 17:45 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Novel Bulan Sabit Tua karya penulis muda Serang, Fajarmana, menjadi bukti bahwa budaya lokal Banten dapat hadir dan hidup melalui karya sastra modern. Novel ini menampilkan berbagai unsur budaya khas Serang dan sekitarnya, mulai dari Silat Terumbu hingga Pepetan Wewe, kesenian tradisional yang kerap ditampilkan pada acara hajatan masyarakat.

Fajar menjelaskan latar cerita banyak mengambil lokasi di Kota Serang, Pandeglang, hingga Ujung Kulon. Latar itu bukan sekadar tempelan, melainkan bagian dari upaya mengenalkan potensi budaya, sejarah, dan pariwisata Banten kepada pembaca. Hal itu disampaikannya dalam dialog bersama Pro 2 RRI Banten, Rabu (3/9/2025).

“Banten memiliki banyak hal menarik untuk ditulis. Ada budaya, wisata, dan tradisi yang jarang diangkat. Saya ingin orang-orang tahu bahwa Serang dan Banten punya kekayaan budaya yang layak dibanggakan,” ujar Fajar.

Selain budaya, kisah dalam novel ini juga memasukkan keseharian masyarakat. Tokoh utama diceritakan sebagai pendekar Silat Terumbu yang mengalami perjalanan penuh konflik dan romansa di tengah setting khas daerah.

Bagi pembaca muda, keberadaan budaya lokal dalam Bulan Sabit Tua menjadi cara baru untuk mengenal tradisi Banten secara ringan dan dekat. Sastra tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana pelestarian budaya. (Bachtiar Rahadi)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....