KKP Genjot Hilirisasi Perikanan lewat Integrasi Ekosistem Kampung Nelayan

  • 30 Sep 2026 13:05 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan bahwa pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dirancang sebagai instrumen utama dalam mendorong hilirisasi sektor perikanan nasional. Program prioritas ini difokuskan untuk membentuk ekosistem bisnis perikanan yang terintegrasi secara utuh dari hulu hingga hilir di kawasan pesisir.

Staf Khusus Menteri KKP Bidang Pengawasan dan Pengendalian Kebijakan dan Program Prioritas, Tubagus Ardi Januar, menjelaskan bahwa pembangunan tersebut bukan sekadar menyediakan fasilitas fisik semata. Seluruh rantai aktivitas, mulai dari kebutuhan melaut, penanganan pascapanen, penyimpanan dingin, pengolahan, hingga pemasaran, disebutnya kini disatukan dalam satu kawasan terpadu.

"Ekosistem yang terintegrasi ini akan menjaga mutu ikan tangkapan nelayan sehingga harga jualnya di pasaran juga akan ikut tinggi," ujar Tubagus Ardi Januar, Selasa 29 September 2026.

Ke depan, cakupan program KNMP juga disebutnya akan diperluas melalui penyaluran bantuan armada kapal perikanan dengan berbagai ukuran. Kebijakan strategis tersebut dihadirkan untuk mendongkrak kapasitas produksi tangkap sekaligus memperkuat ketersediaan pasokan bahan baku bagi para pelaku usaha pengolahan di daerah.

Dampak positif dari integrasi hilirisasi ini pun diklaimnya mulai dirasakan secara langsung oleh para pelaku usaha mikro di sentra perikanan. Bantuan sarana produksi dari pemerintah dinilai terbukti efektif dalam memperpanjang daya tahan produk serta meningkatkan skala kapasitas pengolahan.

Ketua Kelompok Pengolah dan Pemasaran Ikan Nursipa Jaya, Kecamatan Panimbang, Sukma Wijaya, mengungkapkan bahwa kelompok usahanya sangat terbantu dengan adanya intervensi program pemerintah pusat dan daerah. Fasilitas penunjang modern yang diterima dirasakannya dapat memperlancar proses produksi harian mereka.

"Tahun lalu kami mendapat bantuan renovasi tempat pengolahan, dan tahun ini kami mendapatkan bantuan mesin pembeku atau chest freezer," ujar Sukma Wijaya.

Melalui dukungan fasilitas pembekuan tersebut, para pelaku usaha dapat menyimpan pasokan bahan baku dalam jangka waktu lebih lama tanpa menurunkan mutu produk olahan. Langkah ini memastikan bahwa rantai nilai tambah perikanan dapat terus berlanjut memberikan keuntungan optimal bagi perekonomian masyarakat pesisir Banten.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....