Hasil Cek Kesehatan Pelajar Tangsel: Anemia Hingga Stres Ringan

  • 18 Sep 2026 14:33 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Cek Kesehatan Gratis yang dilakukan Pemkot Tangsel terhadap 292 ribu pelajar menemukan bahwa 13 persen siswa mengalami anemia atau kekurangan darah.
  • Wali Kota Benyamin Davnie berkomitmen untuk terus menekan angka anemia di kalangan remaja putri melalui berbagai program kesehatan.
  • Kampanye Masyarakat Hidup Sehat digelar di SMPN 13 Tangerang Selatan sebagai bagian dari upaya edukasi dan pencegahan anemia pada pelajar.

RRI.CO.ID, Tangsel - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus berupaya menekan angka anemia di kalangan remaja putri. Langkah ini diambil setelah program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terhadap 292 ribu pelajar menemukan sekitar 13 persen siswa mengalami kekurangan darah.

Temuan tersebut dibeberkan langsung oleh Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, saat menghadiri Kampanye Masyarakat Hidup Sehat di SMPN 13 Tangerang Selatan, Kamis, 17 September 2026.

Benyamin menjelaskan, pemeriksaan massal tersebut memetakan empat risiko kesehatan utama pada remaja, yakni anemia pada siswi, masalah gigi berlubang, gangguan penglihatan akibat kebiasaan menatap layar ponsel, hingga stres ringan.

"Bukan penyakit ya, tapi risiko kesehatan. Anemia ini paling banyak ditemukan pada anak-anak perempuan. Selain itu ada juga masalah penglihatan dan kecemasan ringan karena urusan tugas sekolah," ujar Benyamin dalam siaran pers yang dikutip RRI, Jumat, 18 September 2026.

Merespons hasil tersebut, Pemkot Tangsel langsung menggalakkan gerakan pembagian Tablet Tambah Darah (TTD) secara serentak di sekolah-sekolah. Pihak dinas mendorong agar para siswi bisa rutin dan mandiri mengonsumsi suplemen tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar menegaskan, penanganan anemia pada remaja putri menjadi kunci hulu untuk memutus rantai stunting. Sebab, remaja putri yang sehat bakal menjadi calon ibu yang siap melahirkan generasi bebas stunting di masa depan.

Guna memastikan program tak sekadar seremoni, pihak sekolah mulai mengintegrasikan minum TTD ke dalam agenda mingguan. Salah satunya SMPN 13 Tangsel yang meluncurkan Aksi Bergizi setiap hari Jumat, di mana para siswa makan bersama dan meminum TTD dengan pengawasan guru sebelum nantinya program ini diperluas ke tingkat SMA.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....