Balai Modernisasi Pertanian Bersama BI Banten Gelar Gerakan Tanam Serentak
- 15 Sep 2026 13:53 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Banten bersinergi dengan Bank Indonesia serta Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten menggelar Gerakan Tanam (Gertam) Serentak Pertanian Modern – Advanced Agricultural System (PM-AAS) yang dipusatkan di Kelurahan Kilasah, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Selasa 15 September 2026. Kegiatan ini menjadi langkah percepatan tanam sekaligus respons atas dinamika produksi pangan di Banten yang membutuhkan intervensi cepat dan terarah.
Kepala BRMP Banten Andry Polos menyampaikan, berdasarkan data Kerangka Sampel Area BPS dan Kementerian Pertanian September 2026, produksi beras Banten pada periode Januari-Oktober 2026 tercatat 937.610 ton, turun 31.291 ton atau 3,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 968.901 ton. Penurunan tersebut sejalan dengan luas panen yang turun dari 330.882 hektare menjadi 327.178 hektare atau berkurang 3.705 hektare, serta produktivitas yang turun dari 5,14 ton/ha menjadi 5,03 ton/ha.
Kondisi ini, kata dia menunjukkan perlunya strategi pemulihan yang tidak hanya mengejar peningkatan luas tanam, tetapi juga produktivitas. Strategi pemulihan produksi diarahkan melalui pendekatan dual-track, yaitu Track A yang berfokus pada kuantitas melalui Luas Tambah Tanam (LTT) reguler, Program Optimasi Lahan (OPLAH), dan padi gogo untuk memulihkan luas panen. Sedangkan Track B yang berfokus pada kualitas melalui implementasi PM-AAS untuk meningkatkan produktivitas per hektare.
Dari sisi kebutuhan intervensi wilayah, defisit produksi terbesar tercatat di Pandeglang, Lebak, Tangerang, dan Kota Serang. Sementara Kabupaten Serang menjadi salah satu wilayah benchmark.
Pada pelaksanaan Gertam, lanjut Andry penanaman dilakukan menggunakan drum seeder untuk meningkatkan efisiensi penggunaan tenaga kerja. Kebutuhan benih sekitar 70 kg/ha telah mendapat perlakuan untuk membantu melindungi benih dari serangan burung dan hewan lainnya.
Implementasi PM-AAS sendiri merupakan sistem budidaya padi intensif berbasis teknologi yang mengintegrasikan mekanisasi modern, teknologi digital, dan pertanian presisi guna meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi penggunaan sumber daya. Melalui implementasi PM-AAS, BRMP Banten mendorong peningkatan produktivitas sebagai bagian dari upaya menutup kesenjangan produksi beras Banten.
Berdasarkan data menunjukkan kesenjangan produksi beras sebesar 31.291 ton dapat ditekan melalui kontribusi 1.000 hektare PM-AAS yang diperkirakan menghasilkan sekitar 5.630 ton beras, atau setara sekitar 18 persen dari kesenjangan tersebut, dengan asumsi 95 persen panen efektif, produktivitas rata-rata 10,40 ton GKG/ha, dan konversi beras 0,57. Artinya, PM-AAS menjadi salah satu instrumen penting yang perlu berjalan bersama percepatan luas tanam melalui LTT, OPLAH, dan padi gogo.
Andry menegaskan Gertam PM-AAS tidak semata-mata diarahkan untuk mengejar peningkatan tonase produksi, tetapi juga harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani. Peningkatan produksi akan memperkuat ketersediaan dan stabilitas pasokan beras, yang pada akhirnya turut mendukung pengendalian inflasi dan penguatan ekonomi daerah.
Hal tersebut menjadi titik temu penting dalam sinergi antara BRMP Banten, Bank Indonesia, dan pemerintah daerah dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Provinsi Banten.
Wakil Wali Kota Serang Agis Nur Aulia dalam menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Gertam Serentak PM-AAS yang dilaksanakan melalui kolaborasi dan sinergi berbagai pihak. Menurutnya, kolaborasi dan sinergi menjadi kunci kekuatan dalam mengakselerasi peningkatan produksi pangan, khususnya dalam menghadapi tantangan pertanian yang terjadi saat ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....