Sebanyak 35 KDMP di Lebak Sudah Beroperasi Mandiri

  • 28 Agt 2026 05:26 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Sebanyak 35 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Lebak, telah beroperasi menjalankan kegiatan pengembangan usaha dan melakukan transaksi dengan konsumen. Koperasi-koperasi tersebut mulai menjalankan berbagai aktivitas bisnis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mengembangkan potensi ekonomi di tingkat desa.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Imam Suangsa mengatakan, seluruh KDMP yang sudah beroperasi tersebut dikelola secara mandiri oleh masyarakat. "Sebanyak 35 KDMP yang sudah beroperasi itu secara mandiri oleh masyarakat dan tidak dikelola PT Agrinas Pangan Nusantara," kata Imam Suangsa, Kamis, 27 Agustus 2026.

Keberadaan KDMP diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat di wilayah pedesaan. Koperasi tersebut juga dinilai dapat memperkuat kemandirian masyarakat melalui pengembangan berbagai unit usaha yang sesuai dengan kebutuhan warga.

"Keberadaan Koperasi Desa Merah Putih dipastikan dapat menggerakkan ekonomi desa dan memperkuat kemandirian masyarakat," ujarnya. Dengan semakin berkembangnya kegiatan usaha koperasi, masyarakat diharapkan memperoleh akses yang lebih mudah terhadap berbagai kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut pada akhirnya diharapkan dapat memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat desa. Dalam menjalankan kegiatan bisnisnya, KDMP memiliki sejumlah unit usaha yang dapat dikembangkan sesuai dengan potensi dan kebutuhan masing-masing desa.

Setidaknya terdapat tujuh unit usaha yang menjadi bagian dari pengembangan KDMP, mulai dari penyediaan kebutuhan pokok hingga layanan keuangan. Unit usaha tersebut antara lain warung sembako, pergudangan, klinik, apotek, penyediaan pupuk, simpan pinjam dan pertanian.

"Unit usaha yang dikembangkan antara lain warung sembako, pergudangan, klinik, apotek, penyediaan pupuk, simpan pinjam dan pertanian," kata Imam. Selain mengembangkan usaha perdagangan dan jasa, KDMP juga diarahkan untuk dapat menjalankan pelayanan yang berkaitan dengan penyaluran bantuan pemerintah.

Pelayanan tersebut antara lain pendistribusian pangan, Program Keluarga Harapan (PKH), pembayaran BPJS Mandiri, PDAM, listrik dan berbagai kebutuhan pelayanan lainnya. Pengembangan unit usaha tersebut diharapkan membuat koperasi memiliki kegiatan ekonomi yang beragam dan berkelanjutan.

Di Kabupaten Lebak sendiri terdapat sebanyak 344 unit KDMP yang tersebar di berbagai wilayah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 114 unit KDMP dinyatakan telah rampung pembangunannya yang dilaksanakan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara.

"Sebanyak 114 dari total 344 unit KDMP di Kabupaten Lebak dinyatakan rampung pembangunannya yang dilaksanakan PT Agrinas Pangan Nusantara," ujar Imam.

Meski demikian, jumlah koperasi yang telah menyelesaikan pembangunan belum seluruhnya menjalankan aktivitas bisnis dan bertransaksi dengan masyarakat. Saat ini, tercatat 35 KDMP yang telah menjalani kegiatan usaha dan melakukan transaksi dengan para anggota maupun konsumen.

Salah satu KDMP yang telah beroperasi adalah KDMP Girimukti di Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak. Ikbal (22), salah seorang pegawai KDMP Girimukti, mengatakan dirinya telah bekerja di koperasi tersebut sejak September 2025 hingga saat ini. "Saya bekerja di KDMP Girimukti sejak September 2025 sampai sekarang masih bertahan," kata Ikbal.

Aktivitas konsumen di KDMP Girimukti menunjukkan perkembangan positif karena jumlah masyarakat yang berbelanja cenderung meningkat. KDMP Girimukti menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat, seperti makanan produk UMKM, sabun, obat-obatan, bahan pokok dan sejumlah barang kebutuhan lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....