Sebanyak 51 SPPG 3T di Lebak Tak Kunjung Beroperasi

  • 24 Agt 2026 20:06 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam upaya pemerataan kesejahteraan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah terpencil. Namun, hingga kini dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk wilayah 3T belum ada yang mulai beroperasi.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah, mengingat sejumlah pengelola dapur SPPG 3T telah menyatakan kesiapan untuk memberikan pelayanan MBG. Di Kabupaten Lebak, tercatat terdapat 51 dapur SPPG 3T yang telah disiapkan dan tersebar di sejumlah kecamatan.

Puluhan dapur tersebut diharapkan dapat segera menjalankan pelayanan MBG bagi masyarakat sasaran di wilayah terpencil. Wakil Bupati Lebak sekaligus Ketua Satgas MBG Kabupaten Lebak, Amir Hamzah, berharap pemerintah pusat segera memberikan kepastian mengenai dimulainya operasional dapur SPPG 3T.

Seperti pernah disampaikan sebelumnya oleh Wabup, kesiapan pengelola di lapangan saat ini sudah cukup baik. Mereka tinggal menunggu adanya arahan dan sinyal resmi dari pemerintah untuk memulai pelayanan. “Pengelola dapur SPPG 3T pada prinsipnya sudah siap untuk beroperasi. Kami berharap pemerintah segera memberikan sinyal kapan pelayanan ini bisa dimulai,” kata Amir Hamzah,Senin, 24 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, dari 51 dapur SPPG yang berada di wilayah 3T Kabupaten Lebak, sebanyak 34 SPPG telah memasuki proses verifikasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Dengan proses tersebut, puluhan dapur SPPG dinilai semakin dekat untuk dapat menjalankan pelayanan MBG di wilayah masing-masing.

Pemerintah daerah pun terus memantau perkembangan proses verifikasi tersebut. Amir mengatakan, keberadaan dapur SPPG 3T sangat penting bagi masyarakat Kabupaten Lebak, khususnya mereka yang tinggal di wilayah dengan akses pelayanan dan infrastruktur yang masih terbatas.

“Wilayah 3T membutuhkan perhatian khusus karena tantangan geografis dan aksesnya berbeda dengan wilayah lain. Karena itu, jangan sampai masyarakat di daerah terpencil justru tertinggal dalam mendapatkan program MBG,” ujarnya.

Ia menambahkan, Satgas MBG Kabupaten Lebak bersama jajaran BGN di daerah sampai saat ini belum memperoleh informasi yang pasti mengenai waktu operasional SPPG 3T. Keterbatasan informasi tersebut membuat pemerintah daerah maupun para pengelola dapur belum dapat menentukan secara pasti kapan pelayanan MBG akan dimulai.

“Kami di daerah masih menunggu informasi yang lebih pasti mengenai jadwal operasional SPPG 3T. Satgas dan pengelola sudah mempersiapkan berbagai kebutuhan, sehingga ketika ada instruksi, kami siap bergerak,” ucap Amir.

Amir berharap koordinasi antara pemerintah pusat, BGN, pemerintah daerah, serta pengelola SPPG dapat terus diperkuat agar pelaksanaan program di wilayah 3T tidak mengalami hambatan. Ia menilai percepatan operasional SPPG 3T juga penting untuk memastikan anak-anak di daerah terpencil memperoleh asupan makanan bergizi secara rutin.

Program MBG di wilayah 3T memiliki sasaran strategis, antara lain membantu mengatasi persoalan stunting, gizi buruk, dan anemia yang masih menjadi tantangan di sejumlah daerah. Selain meningkatkan kualitas kesehatan, pemberian makanan bergizi juga diharapkan dapat mendukung peningkatan angka partisipasi sekolah serta mengurangi risiko anak putus sekolah.

Asupan gizi yang cukup juga diyakini dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan kemampuan anak dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah. “Yang paling penting adalah manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Anak-anak mendapatkan makanan bergizi, kesehatan mereka meningkat, dan mereka bisa belajar dengan lebih baik,” kata Amir.

Di sisi lain, pelaksanaan MBG di wilayah 3T juga diharapkan mampu mendorong pemerataan kesejahteraan antara masyarakat di wilayah perkotaan dengan masyarakat yang tinggal di daerah terpencil. Program tersebut juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal melalui pemanfaatan bahan pangan yang dihasilkan petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha pangan setempat.

Dengan tersedianya dapur SPPG yang siap beroperasi, pemerintah daerah berharap rantai pasok pangan lokal dapat semakin berkembang sekaligus mendukung keberlanjutan program MBG. Pemerintah Kabupaten Lebak kini menunggu kepastian dari pemerintah pusat terkait waktu dimulainya operasional SPPG 3T.

Sebanyak 51 dapur telah disiapkan, sementara 34 di antaranya sudah memasuki proses verifikasi BGN. “Harapan kami sederhana, segera ada kepastian dan arahan. Kalau memang sudah siap, jangan terlalu lama menunggu, karena masyarakat di wilayah 3T sangat membutuhkan program ini,” ujar Amir Hamzah.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....