Stereotip Masih Jadi Tantangan Kesetaraan Gender di Kota Serang
- 05 Agt 2026 13:06 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – Stereotip mengenai pembagian peran antara laki-laki dan perempuan masih menjadi tantangan terbesar dalam mewujudkan kesetaraan gender di Kota Serang. Meski berbagai indikator menunjukkan perkembangan positif, perubahan pola pikir masyarakat dinilai masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dilakukan secara bersama melalui edukasi dan kolaborasi berbagai pihak.
Kepala Bidang Pengarusutamaan Gender DP3AKB Kota Serang, Lenny Suryani, mengatakan hingga saat ini masih banyak anggapan bahwa pekerjaan tertentu hanya dapat dilakukan oleh laki-laki atau perempuan. "Masih banyak sekali stereotip gender terkait penggolongan pekerjaan untuk laki-laki maupun perempuan. Padahal semuanya seharusnya menjadi setara dan adil. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama," ujarnya dalam program Banten Menyapa RRI Banten, Rabu, 5 Agustus 2026.
Ia mencontohkan, pekerjaan rumah tangga seperti menyapu, mengurus anak, mencuci, maupun berkebun kerap dianggap sebagai tanggung jawab perempuan. Padahal, menurutnya, laki-laki juga dapat mengambil peran yang sama sehingga tercipta kemitraan dalam keluarga. Begitu pula dalam pengambilan keputusan rumah tangga yang seharusnya melibatkan suami dan istri secara setara.
Menurut Lenny, stereotip tersebut masih dijumpai hampir secara umum di Kota Serang karena telah berkembang menjadi budaya di tengah masyarakat. Kondisi itu membuat upaya pengarusutamaan gender tidak cukup hanya melalui kebijakan pemerintah, tetapi juga memerlukan perubahan cara pandang masyarakat terhadap kemampuan dan potensi perempuan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, DP3AKB Kota Serang terus berkolaborasi dengan Dharma Wanita dan berbagai organisasi perempuan melalui program sosialisasi, edukasi, serta literasi digital. Upaya tersebut juga diarahkan untuk mencegah terjadinya perundungan dan intimidasi terhadap perempuan di ruang digital, sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kesetaraan gender.
Lenny menilai perubahan mulai terlihat dengan semakin banyak perempuan dipercaya menduduki berbagai profesi dan posisi strategis. "Sekarang masyarakat sudah mulai memberikan kepercayaan kepada perempuan. Perempuan juga diberikan kepercayaan bahwa mereka bisa memimpin," katanya.
Melalui penguatan edukasi dan kerja sama lintas sektor, DP3AKB berharap stereotip gender dapat terus berkurang sehingga perempuan dan laki-laki memiliki kesempatan yang sama dalam pendidikan, pekerjaan, kepemimpinan, maupun kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, pembangunan yang inklusif dan berkeadilan dapat diwujudkan secara berkelanjutan di Kota Serang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....