Sekolah Diundur, Penjaringan Siswa Baru Sekolah Rakyat Terus diupayakan
- 02 Agt 2026 14:29 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang memaksimalkan sisa waktu satu bulan ke depan guna memenuhi kuota kekurangan peserta didik Sekolah Rakyat tingkat Sekolah Dasar (SD). Proses penjangkauan calon siswa terus digencarkan secara masif di berbagai wilayah menyusul penundaan jadwal Masa Pengenalan Lingkungan Siswa (MPLS) hingga akhir Agustus.
Kepala Dinsos Kabupaten Pandeglang, Wawan Setiawan, menyatakan kuota penerimaan peserta didik baru untuk jenjang Sekolah Dasar masih belum terpenuhi. Adapun untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Akhir (SMA) disebutnya telah terpenuhi, dan malah melebihi kuota yang telah ditentukan.
Pihaknya mencatat total daya tampung Sekolah Rakyat pada tahun ajaran baru ini mencapai 480 siswa untuk tiga jenjang pendidikan. "Kuota untuk tingkat SMP dan SMA di Kabupaten Pandeglang justru mengalami kelebihan kapasitas, sementara tingkat SD masih kurang sekitar tiga puluh lima orang dari total sembilan puluh kuota. Mundurnya waktu kegiatan memberi kesempatan bagi kami untuk memaksimalkan penjaringan siswa SD agar target tercapai," ujar Wawan, Jumat 31 Agustus 2026.
Dari total kursi untuk tingkat SD sebanyak 90 siswa, Wawan menyebut saat ini baru tersaring 55 siswa. Proses penjangkauan calon peserta didik pun disebutnya terus dimaksimalkan oleh petugas agar kuota tingkat dasar segera terpenuhi penuh.
Proses pembangunan fisik kawasan fasilitas pendidikan terpadu saat ini dilaporkannya telah mencapai progres 88,82 persen. Aktivitas penyelesaian bangunan yang masih menyisakan hilir mudik kendaraan berat dikatakannya menjadi pertimbangan utama dalam penundaan kedatangan siswa.
"Progres pembangunan fisik kawasan sekolah saat ini sudah mencapai delapan puluh persen," kata Wawan.
Meskipun kegiatan tatap muka di kelas mengalami penundaan jadwal, pihak Dinsos tetap memberikan pembekalan awal melalui pertemuan daring bagi calon siswa serta orang tua. Sosialisasi terpusat di tiap kecamatan disebutnya melibatkan unsur kementerian, dinas sosial, pihak sekolah, serta pendamping keluarga harapan.
Jam pembelajaran bagi siswa asrama yang sempat tertunda pun dikatakan Wawan akan dioptimalkan kembali melalui penambahan waktu di luar jam pelajaran reguler. Pemerintah daerah optimis seluruh target kuota penerimaan siswa baru dapat terpenuhi secara keseluruhan sebelum kegiatan belajar resmi dimulai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....