MPLS Sekolah Rakyat Pandeglang Diundur hingga Akhir Agustus
- 31 Jul 2026 14:53 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang resmi menunda Masa Pengenalan Lingkungan Siswa (MPLS) Sekolah Rakyat hingga 31 Agustus 2026 yang sebelumnya direncanakan pada Jumat, 31 Juli 2026. Kebijakan ini diambil untuk menyesuaikan jadwal gelombang MPLS dari Kementerian Sosial RI dengan kondisi kawasan sekolah yang saat ini masih menyisakan aktivitas konstruksi.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pandeglang, Wawan Setiawan, menyatakan keputusan penundaan ini diambil setelah stakeholder dari Pemda hingga Kementrian terkait mengadakan rapat pleno khusus guna membahas kesiapan teknis pelaksanaan. "Dengan kondisi dilapangan saat ini, semata-mata kita ingin memperhatikan kenyamanan dan keselamatan siswa," ujarnya, Jumat 31 Juli 2026.
Menurut Wawan faktor keselamatan siswa juga menjadi pertimbangan utama pihaknya menunda mobilitas kedatangan pelajar ke lokasi asrama. Aktivitas alat berat serta paparan debu dari sisa pekerjaan dikhawatirkan dapat mengganggu keselamatan serta kesehatan para siswa selama beraktivitas di lingkungan sekolah.
Walau tidak sesuai dengan jadwal pada kalender akademik sekolah lainnya, pihak dinas memastikan penundaan jadwal tersebut tidak mengganggu kalender pendidikan karena Sekolah Rakyat menerapkan sistem asrama khusus. Jam pelajaran yang tertinggal disebutnya akan disiasati melalui penambahan waktu belajar di luar jam reguler bagi para siswa.
Sambil menunggu waktu masuk asrama, pihak penyelenggara mengalihkan agenda tatap muka perdana menjadi sesi pembekalan daring serentak. Kegiatan sosialisasi yang dijadwalkan pada Jumat, 31 Juli 2026 di tiap-tiap kecamatan tersebut melibatkan orang tua, siswa, Dinas Sosial, pihak kementerian, kepala sekolah, hingga pendamping PKH di setiap kecamatan.
Dengan sisa waktu satu bulan masa penundaan, Dinsos optimistis kesiapan infrastruktur dapat terpenuhi secara maksimal. Sinergi lintas sektor disebut Wawan terus digencarkan agar operasional Sekolah Rakyat gelombang terakhir ini berjalan lancar tanpa kendala berarti
"Adanya sisa waktu tambahan ini juga kita maksimalkan untuk lebih mematangkan kesiapan agar nanti saatnya siswa masuk, semua kebutuhan telah tersedia dengan lengkap," ujarnya.
Sementara dari sisi infrastruktur, Humas Proyek Sekolah Rakyat Pandeglang, Febiansah Pratama, memaparkan persentase pembangunan fisik saat ini telah mencapai angka 88,82 persen. Adapun fokus pekerjaan lapangan saat ini difokuskan pada tahap finishing bangunan serta penataan lingkungan kawasan sekolah.
"Harus optimis karena kami dengan segala upaya bekerja dengan tiga shift melaksanakan schedule-schedule dengan terencana setiap harinya," ujar Febiansah.
Menghadapi sisa waktu yang ada, pihak pengembang optimistis target penyelesaian akhir dapat tercapai tepat waktu. Upaya percepatan disebutnya digenjot secara maksimal dengan menerapkan sistem kerja tiga shift serta perencanaan jadwal yang terukur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....