Antusiasme CKG Meningkat, 9.705 Warga Jalani Pemeriksaan di Puskesmas Pancur
- 23 Jul 2026 13:05 WIB
- Banten
Poin Utama
- Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Pancur, Kota Serang, telah diikuti oleh 9.705 dari 10.552 pendaftar hingga 23 Juli 2026.
- Tingkat partisipasi mencapai 91,97 persen, menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap program kesehatan gratis.
- Strategi 'jemput bola' yang melibatkan kunjungan ke sekolah, posyandu, kantor kelurahan, dan door-to-door menjadi kunci kesuksesan program ini.
RRI.CO.ID, Serang - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Pancur, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, dibanjiri warga. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga Kamis, 23 Juli 2026, sebanyak 9.705 dari total 10.552 pendaftar sudah merampungkan pemeriksaan kesehatan.
Tingginya angka partisipasi—mencapai 91,97 persen—ini tak lepas dari jurus 'jemput bola' yang dilancarkan petugas. Nakes tidak hanya menunggu di puskesmas, tapi mendatangi sekolah, posyandu, kantor kelurahan, hingga menyisir rumah-rumah warga (door to door).
Kepala Puskesmas Pancur, Neng Wulan menyebut, strategi turun langsung ke lapangan terbukti ampuh mendongkrak antusiasme warga yang enggan atau tak sempat datang ke fasilitas kesehatan.
"Kami tidak cuma nunggu di puskesmas, tapi keliling ke lima wilayah kerja kami. Warga senang karena bisa langsung periksa gratis tanpa perlu ribet antre di puskesmas," ujar Wulan, Kamis, 23 Juli 2026.
Wulan menjelaskan, rangkaian pemeriksaan disesuaikan dengan kelompok usia. Mulai dari cek tekanan darah, gula darah, berat badan, hingga sampel darah laboratorium. Semua hasilnya langsung diunggah ke aplikasi Satu Sehat.
Dari ribuan warga yang diperiksa, penyakit tidak menular (PTM) paling mendominasi. Tim medis banyak menemukan kasus hipertensi (tekanan darah tinggi), gula darah melonjak, kolesterol tinggi, hingga gaya hidup kurang sehat seperti merokok dan jarang berolahraga.
Dokter Umum Puskesmas Pancur, Syaira Banu mengungkapkan, sebagian besar warga baru sadar punya riwayat darah tinggi atau kolesterol saat mengeluhkan gejala ringan.
"Banyak warga datang awalnya cuma keluhan pusing, sakit kepala, atau penglihatan agak kabur. Setelah kita skrining, ternyata tekanan darah atau kolesterolnya sudah tinggi. Justru di situ pentingnya deteksi dini sebelum terlambat," kata Syaira.
Manfaat program ini dirasakan Nisa, warga Pancur yang baru pertama kali ikut skrining. Dari hasil cek laboratorium, ia baru tahu kadar kolesterolnya sudah mepet batas bahaya.
"Dokter langsung kasih tahu makanan apa saja yang harus dikurangi. Dari situ saya jadi sadar dan mau ubah pola makan," tutur Nisa.
Capaian Puskesmas Pancur kini hampir menembus target nasional cakupan CKG sebesar 46 persen dari total populasi wilayah kerja mereka. Pihak puskesmas memastikan aksi jemput bola bakal terus digencarkan hingga akhir tahun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....