Sekolah Rakyat Terapkan Matrikulasi Pendidikan Berasrama
- 11 Jul 2026 16:57 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang - Sekolah Rakyat di Desa Korandji, Pandeglang bersiap membuka lembaran baru bagi siswa dari keluarga kurang mampu melalui sistem pendidikan berasrama yang terstruktur. Agenda dimulai dengan pengenalan lingkungan sekolah pada tanggal 13 Juli yang menjadi titik awal integrasi siswa di lingkungan baru.
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Pandeglang, Sutoto, menegaskan fase awal operasional akan difokuskan pada kegiatan pengenalan lingkungan dan program matrikulasi akademik. Strategi ini dikatakannya bertujuan mempersiapkan mentalitas dan kemampuan dasar siswa sebelum memasuki tahapan belajar mengajar yang lebih intensif sesuai kurikulum nasional.
"Kegiatan mulai tanggal 13 Juli untuk pengenalan siswa, lalu dilanjut pengajar matrikulasi selama Juli dan Agustus. Fokusnya untuk menampung anak-anak dari keluarga miskin ekstrem agar mendapatkan hak pendidikan yang layak," kata Sutoto, Jumat 10 Juli 2026.
Untuk masa orientasi siswa baru Sutoto menyebut akan dilakukan selama lima hari. Adapun masa pembelajaran matrikulasi akan digelar hingga bulan Agustus, sembari menunggu guru definitif yang direncanakan mulai masuk pada bulan September.
Menurutnya program Sekolah Rakyat dirancang khusus untuk menjangkau anak-anak dari keluarga kategori miskin ekstrem dengan harapan mampu memutus rantai kemiskinan struktural. Pemerintah menargetkan siswa dari desil satu dan desil dua, baik yang reguler maupun disabilitas, mendapatkan akses pendidikan berkualitas di fasilitas ini.
Pendekatan ini selaras dengan upaya pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan makro yang saat ini masih berada di kisaran 8,51 persen. Sekolah Rakyat diproyeksikan sebagai instrumen strategis untuk menjamin masa depan generasi muda dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Pandeglang.
"Pandeglang masih kategori miskin secara makro, jadi kehadiran Sekolah Rakyat sangat relevan untuk penurunan angka kemiskinan. Kami menjangkau desil satu dan dua, baik yang normal maupun disabilitas agar mendapatkan program pemerintah," kata Sutoto.
Sistem boarding school ini dinilai Sutoto menuntut keterlibatan aktif siswa dalam setiap kegiatan harian yang terarah di bawah pendampingan guru. Pemerintah optimis pola pendidikan terintegrasi ini menjadi solusi nyata dalam menciptakan kemandirian bagi siswa penerima manfaat Sekolah Rakyat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....