Kuota Sekolah Rakyat di Pandeglang Belum Terpenuhi jelang Orientasi

  • 04 Jul 2026 16:25 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang – Sekolah Rakyat di Desa Koranji, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, dijadwalkan memulai pengenalan lingkungan bagi para siswa baru pada tanggal 13 Juli mendatang. Walaupun demikian, per awal Juli saat ini, kuota siswa berasrama tersebut belum juga terisi secara penuh. Padahal, proyek strategis nasional dari Kementerian Sosial ini dirancang untuk memutus mata rantai kemiskinan bagi masyarakat kurang mampu di wilayah Provinsi Banten.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang, Wawan Setiawan, menjelaskan pemerintah telah menyiapkan kuota total sebanyak 270 siswa yang terbagi dalam sembilan rombongan belajar untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA. Adapun proses pemenuhan kuota jenjang sekolah dasar dilaporkannya menghadapi kendala serius akibat rendahnya kerelaan orang tua melepas anak mereka ke lingkungan asrama.

"Kita diberikan kuota oleh Kemensos sebanyak total 270 orang, namun untuk jenjang SD masih ada hambatan kerelaan pihak keluarga karena mempertimbangkan umur yang masih sangat muda. Untuk sementara sekarang kita prioritaskan dulu adalah desil yang sangat miskin dan miskin, yaitu desil satu dan desil dua," ujar Wawan Setiawan, Sabtu 4 Juli 2026.

Menurut Wawan sebagian besar keluarga merasa keberatan karena menganggap usia siswa SD terlalu dini untuk hidup mandiri di luar rumah tanpa pengawasan langsung orang tua. Dari total kuota 90 siswa untuk jenjang SD, Wawan menyebut saat ini baru terisi 15 siswa.

Pihaknya kini masih berupaya memenuhi target kuota yang telah ditentukan. Melalui penjangkauan langsung ke lapangan serta optimalisasi sosialisasi oleh camat di 35 kecamatan Ia yakin penjaringan bisa lebih luas dan diterima oleh pihak keluarga.

Adapun agenda pengenalan lingkungan sekolah yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 13 Juli mendatang disebut Wawan sebagai langkah awal orientasi bagi para peserta didik. Pemerintah daerah memastikan bahwa meskipun kegiatan belajar mengajar belum dimulai, seluruh infrastruktur penunjang akan segera disiapkan agar layak ditempati siswa.

"kita adakah pengenalan lingkungan terlebih dahulu untuk para siswa, sebelum nantinya KBM dimulai," katanya.

Dinas Sosial memastikan seluruh proses persiapan tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat. Dukungan dari seluluh pihak khususnya keluarga siswa disebutnya menjadi energi utama dalam menyukseskan program pendidikan afirmasi yang digadang mampu mengubah masa depan anak-anak kurang mampu ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....