KDMP di Lebak Dorong Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Desa

  • 01 Jul 2026 13:57 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Pemerintah Kabupaten Lebak, optimistis keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga. Program KDMP dinilai menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat ekonomi berbasis desa melalui pengembangan usaha produktif dan pemberdayaan masyarakat.

Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah di Rangkasbitung, Rabu,1 Juli 2026, mengatakan pemerintah daerah mendukung penuh program Koperasi Desa Merah Putih yang digagas pemerintah pusat. "Kita meyakini program KDMP berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat pedesaan," kata Amir Hamzah.

Koperasi memiliki peran strategis dalam memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat desa. Ia mengatakan program tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Pemerintah Kabupaten Lebak menyambut baik kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menggulirkan program Koperasi Desa Merah Putih di berbagai daerah. Amir menilai keberadaan koperasi akan memperkuat kemandirian ekonomi desa melalui pengelolaan usaha secara bersama-sama.

Selain meningkatkan aktivitas ekonomi, program tersebut diyakini dapat membantu menekan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem. Pemerintah daerah menargetkan seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Lebak memiliki KDMP yang aktif beroperasi.

Hingga tahun 2026, sebanyak 340 desa dan lima kelurahan yang tersebar di 28 kecamatan ditargetkan telah memiliki koperasi yang berjalan optimal. "Bila koperasi itu beroperasi di seluruh desa dipastikan tingkat ekonomi masyarakat pedesaan relatif baik, sehingga mendorong kesejahteraan keluarga," ujar Amir.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak, Imam Suangsa, mengatakan perkembangan KDMP di daerah tersebut terus menunjukkan tren positif. Saat ini sebanyak 87 unit KDMP telah beroperasi dan sebagian besar anggotanya merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Koperasi menjadi wadah pemasaran berbagai produk unggulan hasil karya masyarakat desa. Beragam produk UMKM dipasarkan melalui gerai koperasi, mulai dari keripik ubi, keripik singkong, rempeyek ikan, stik bawang, rempeyek tempe, pisang sale, kembang goyang, roti, kentang goreng, hingga berbagai makanan ringan lainnya.

Selain produk olahan pangan, koperasi juga menampung hasil perkebunan, pertanian, peternakan, dan perikanan yang menjadi potensi unggulan desa. Produk khas daerah seperti gula aren dan kaceprek berbahan dasar melinjo juga dipasarkan melalui jaringan koperasi.

Imam mengatakan keberadaan gerai koperasi akan mempercepat perputaran ekonomi di tingkat desa. "Bila produk UMKM bisa memenuhi gerai koperasi, maka perputaran uang di desa akan terus bergulir dan memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Imam.

Salah satu koperasi yang telah berkembang adalah KDMP Girimukti di Kecamatan Cilograng yang mulai beroperasi sejak September 2025. Koperasi tersebut menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari produk UMKM, bahan pokok, sabun, obat-obatan, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.

Pegawai KDMP Girimukti, Ikbal, mengatakan jumlah konsumen terus mengalami peningkatan sejak koperasi mulai beroperasi. "Kami bekerja di koperasi ini sebanyak enam orang dan hingga kini bisa menghasilkan pendapatan gaji sesuai UMK Lebak. Konsumen juga terus bertambah sehingga usaha koperasi semakin berkembang," kata Ikbal seraya menambahkan sktivitas koperasi tidak hanya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan sehari-hari, tetapi juga membuka kesempatan kerja bagi warga sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....